Outbound Malang

Executive Adventure Outbound Malang Telp : 0341-7027933 : 081233342777 : Pin bb : 763815D4 :outbound malang, outbound, outbound jawa timur, outbound di malang, outbound training malang, malang outbound, rafting malang, airsoftgun malang, paintball malang, outbound batu, rafting, kasembon rafting, kediri rafting, wisata malang, outbound anak-anak, paintball, paralayang batu, team building, peralatan outbound, perusahaan adventure, rafting batu, provider outbound, artikel outbound
Subscribe

Archive for April, 2010

Agar kegiatan outbound training optimal

April 29, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Beberapa hal yang harus dilakukan agar kegiatan outbound training  yang dilaksanakan dapat menghasilkan hasil yang optimal. Diantaranya adalah..

Interview. Ini perlu dilakukan untuk mendapatkan gambaran profil dari peserta outbound. Jangan sampai nantinya permainan super keras diterapkan kepada orang yang punya penyakit tertentu misalnya. Wah.. bisa repot nantinya. Selain itu juga agar instruktur tidak terkaget-kaget di lapangan manakala karakter asli dari peserta muncul, sedangkan karakter itu belum tentu disenangi oleh sang instruktur misalnya. Jadi udah ada semacam defend dulu agar gak terkaget-kaget (termasuk solusi bagaimana menanganinya).

Variasi permainan. Ini juga penting dan mesti disesuaikan dengan kondisi dan budget. (Bukan berarti simulasi kerjasama ini tidak bisa dimainkan di dalam ruangan loh). Semakin pandai seorang instruktur merancang suatu permainan, yang dapat mensimulasikan kerjasama antar anggota tim, semakin besar kemungkinan keberhasilan dari kegiatan outbound training tersebut.

Keseriusan dan kesiapan peserta. Bila segala-galanya sudah bagus namun pesertanya tidak serius atau tidak siap, yang ada bisa2 hanya akan buang2 waktu dan tenaga saja. Jadi apa gunanya kegiatan outbound training dilaksanakan.

Komunikasi. Saat kegiatan outbound training berlangsung, harapannya karakter yang biasa digunakan para peserta selama di tempat kerja, karakter itulah yang digunakan. Nantinya bisa jadi akan timbul konflik dan bisa jadi masalah dalam komunikasi. Nah.. ini akan menarik bila masih bisa dilakukan kompromi dari hasil komunikasi yang berlangsung.

Btw, bila dari hasil kompromi yang terjadi tidak mendapatkan hasil yang benar2 produktif, maka bisa jadi ada (satu atau lebih) karakter yang boleh dibilang kurang cocok untuk ditempatkan dalam tim. Untuk itulah perlu dilakukan perubahan karakter. Misal, yang tadinya pemarah harus dikurangi marah nya. Yang pendiam harus diajak atau diberi peluang untuk bisa mengungkapkan apa yang dianggapnya baik untuk tim. Dan bila terjadi perubahan berupa peningkatan produktifitas tim tersebut dari yang semula tidak produktif atau kurang produktif, maka karakter baru itulah yang ”stelan”-nya perlu digunakan dalam lingkungan kerja sehari-hari. Karena ”mapping” na boleh dikatakan udah ”pas”. Namun bila dianggap ada pemarah dan ada pendiam tapi tetap dianggap produktif. Malah justru sarannya adalah.. peliharalah sifat marah dari pemarah dan sifat pendiam dari si pendiam karena “mapping” nya udah pas. Aneh kan? Tapi ajaib, begitulah sarannya.

Gimana bila ternyata tidak berhasil pula dilakukan kompromi dari usaha untuk merubah karakter yang ada di dalam tim (yang mengakibatkan kurangnya produktifitas dalam tim)? Personil yang memiliki karakter yang kurang cocok dalam tim tersebut lantaran tidak ditemukannya ”mapping” yang pas, mungkin bisa ditempatkan di tim yang lain yang lebih cocok untuknya (selain kemudian bisa di-training pelan-pelan agar karakternya bisa berubah ke arah yang diharapkan. Btw perusahaan sekelas General Electric melakukan hal itu kepada para karyawannya). Tapi terlepas dari suka atau tidak suka dari keputusan yang diambil, harapannya ke depan akan memberi keseimbangan dalam tim di kemudian harinya. Mungkin gak ada yang salah dan gak ada yang bener dari hasil keputusan tersebut. Seperti tidak ada yang salah tatkala ada istri cerewet dengan suami pendiam. Intinya bagaimana menemukan ”mapping” yang pas untuk tim. Cara yang berat dan mahal memang. Namun di luar negeri ini dianggap efektif ketimbang sekedar melakukan assessment. Assessment memang cara yang murah menurut saya. Namun boleh dibilang tidak.. atau setidak-tidaknya.. kurang adil. Coba pikir baik2. Istri cerewet dan suami pendiam tapi produktif. Istri oke dan suami oke namun gak produktif. Apa yang salah dari sebuah assessment? Namun assessment ini boleh dibilang masih bisa dipake, bahkan sangat terpakai  daripada.. ribet!

dikutip dan diedit dari : kormakyu.


Metode outbound training

April 29, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Ada banyak cara provider outbound training melakukan kegiatan outboundnya. Metode yang biasa digunakan dalam pelatihan outbound training adalah :

1. Permainan kelompok

Dalam suatu kegiatan outbound training, banyak sekali permainan-permainan yang dilakukan secara berkelompok, baik yang sifatnya fun game maupun bersifat middle game. Beberapa permainan outbound yang biasa dilakukan secara berkelompok diantaranya :

-          Human ladder

-          Ring berpindah

-          Hunter my name

-          Mutiara dalam kerang

-          Hollahop/webbing berantai

-          All stand up

-          Frantic ballon

-          Train ballon

-          Ball tossing

-          Dan lain-lain

2. Kerja kelompok

Dalam suatu kegiatan outbound training, kerja kelompok  biasa dikerjakan untuk mensimulasikan kehidupan yang nyata dalam permainan-permainan sederhana dalam kegiatan outbound. Beberapa kegiatan outbound yang mensimulasikan kegiatan ini diantaranya :

-          Human ladder

-          Time boom

-          Pipa bocor

-          Pulau terkecil

-          Escsape from the island

-          Pulau terkecil

-          Crocodille river

-          Dan lain-lain

3. Petualangan individual

Petualan individual perlu dilakukan dalam kegiatan outbound training untuk memberikan pengalaman baru pada para peserta outbound, menambah keberanian, cepat mengambil keputusan dan menambah rasa kemanusiaan. Game dalam petualangan individu biasa ada dalam permaianan high rope maupun permainan outbound lainnya. Diantaranya :

-          Flying fox

-          Two line bridge

-          Jembatan elvis

-          Solo camp

-          Repeling

-          Paralayang

-          Airsoftgun

-          Paint ball

-          dll

4. Ceramah (keterkaitan antara kegiatan simulasi dengan prinsip manajemen)

Ceramah biasa dilakukan dalam kegiatan outbound training di malam hari.

5. Diskusi

Dalam suatu kegiatan outbound traning, diskusi diperlukan untuk memecahkan masalah yang ada, sehingga tujuan/goal dari outbound training yang dilakukan bisa tercapai

Sasaran Program outbound Manajemen Training

April 27, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Sasaran dari kegiatan outbound training adalah pengembangan berbagai komponen prilaku pegawai guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas kerja sehari-hari. Komponen prilaku yang diharapkan tumbuh dari pelaksanaan outbound training adalah :

-          Berfikir kreatif (kreatif thingking)

-          Kemampuan untuk mengembangkan gagasan kreatif dari diri sendiri

-          Kemampuan untuk memancing munculnya gagasan kreatif dari orang lain.

-          Kemampuan untuk menyakinkan orang lain

-          Kemampuan menyelesaikan konflik dalam kondisi win-win

-          Kemampuan bernegosiasi dengan pihak lain dengan kondisi win-win

-          Kemampuan membagun kerjasama dengan tim

-          Kemampuan membangkitkan semangat kerja tim

-          Kemampuan mengatasi hambatan yang dihadapi tim

-          Mempunyai hubungan interpersonal yang baik

-          Mau mendengar dan menghargai pendapat orang lain

-          Membangun rasa percaya (trust) pada orang lain

-          Melihat kelemahan orang lain bukan sebagai kendala

-          Melihat orang lain sebagai bagian dari sukses diri sendiri dan sukses tim

-          Terbuka atas masukan (kritik dan saran) dari orang lain

-          Tidak memaksakan kehendak

-          Bersedia menolong orang lain dan mau ditolong orang lain

-          Berkomunikasi secara efektif

-          Mampu menyampaikan informasi kepada orang lain.

-          Mengkomunikasikan ide kepada orang lain dengan jelas dan sistemik

-          Menyampaikan kritik dan saran tanpa menyinggung perasaan orang lain

-          Merangsang orang lain untuk mengajukan gagasan alternatif

-          Mau bertanya bila ada ketidakjelasan informasi

-          Berusaha memahami kesulitan orang lain

-          Memotivasi diri dan orang lain

-          Mengembangkan inisiatif dan kreatifitas diri

-          Mau bekerja melebihi harapan

-          Melihat kesulitan sebagai sesuatu yang menantang

-          Berani mengambil resiko

-          Membangkitkan semangat orang lain

-          Menghangatkan suasana dengan sifat humoris

-          Mempunyai kemampuan dalam pengelolaan diri

-          Pengembangan kebiasaan hidup yang efektif

-          Tidak kehilangan kontrol emosi

-          Tegar dalam menghadapi situasi panik

-          Tidak menganggap dirinya sebagai orang yang paling berjasa dalam kesuksesan tim

Sudahkah sifat sifat tersebut ada dalam diri anda? Executive adventure, outbound malang berusaha membantu anda memunculkan sifat-sifat tersebut dalam tiap kegiatan outbound-nya. Silahkan hubungi kami untuk menjadi provider kegiatan outbound perusahaan anda…

Syarat-syarat menjadi instruktur/fasilitator outbound training

April 26, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Suksesnya suatu kegiatan outbound training manajemen sangat tergantung pada kemampuan instruktur didalam membawa acara pelatihan. Semua proses belajar yang terjadi di dalam keseluruhan kegiatan harus berjalan secara lancar dan menyenangkan (Fun). Peranan fasilitator dan instruktur sangat penting. Oleh karena  itu instruktur outbound harus dapat menempatkan dirinya secara professional. Seorang fasilitator dan instruktur outbound  yang professional setidaknya harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Memiliki kompeten dalam bidang ilmu manajemen, ilmu psikologi dan dinamika kelompok.

Tanpa memiliki kompetensi yang memadai seringkali kegiatan outbound hanya menjadi penderitaan fisik karena tidak jelas hubungan antara aktivitas fisik dengan ilmu manajemen dan perilaku yang harus dimiliki dalam kegiatan bisnis dalam era perubahan yang sangat cepat.

2. Memahami rancangan permainan untuk mengungkap prilaku manajemen

Kegiatan dalam outbound training manajemen baru akan bermakna bagi pembentukan perilaku yang menunjang sukses bisnis bila kegiatan dirancang untuk mensimulasi perilaku organisasi yang sebenarnya. Oleh karena itu, seorang fasilitator harus terlibat dalam perancangan kegiatan pelatihan outbound training. Dia harus mengetahui permainan outbound apa yang akan dimainkan, dan apa makna manajemen dari permainan tersebut.

3. Memiliki kemampuan observasi dan kemampuan komunikasi yang baik

Observasi adalah bagian penting dari kegiatan outbound training. Kemampuan mengamati perilaku yang produktif dan prilaku yang tidak produktif mutlak harus dimiliki seorang fasilitator outbound training. Selain itu, dia juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang jelas dan memproses perilaku yang muncul tanpa membuat peserta outbound  yang memunculkan prilaku tersebut tersinggung.

4. Menarik dan berwibawa (pendidikan yang memadai, kepribadian yang menarik dan memiliki sense of humor yang baik)

Suasana pelatihan outbound training hendaknya harus penuh rasa gembira. Belajar dalam hati yang gembira akan sangat membantu efektifitas belajar. Oleh karena itu seorang fasilitator outbound harus mampu membuat suasana yang hangat dan gembira dengan humor-humor yang sehat tanpa menyinggung perasaan peserta outbound.

5. Menguasai masalah teknis pelatihan termasuk masalah safety

Pelatihan di alam terbuka sangat terkait dengan kemungkinan untuk terkena cedera. Oleh karena itu kemampuan teknis dibidang keselamatan permainan sangat penting dimiliki, walaupun di dalam outbound traning ada tim medis, keselamatan pelatihan berada di tangan fasilitator/instruktur outbound training.

Fasilitator dan instruktur di dalam team executive adventure outbound malang adalah orang yang berpengalaman dan mumpuni dibidangnya. Sudah bertahun-tahun menyelenggaran kegiatan outbound dengan ratusan client yang berbeda diberbagai kota di indonesia. Sebagai sebuah provider outbound traning, kami selalu menjaga mutu dan kualitas pelatihan, sehingga tujuan dan sasaran yang diinginkan client bisa tercapai

segera hubungi kami di 081233342777 atau 0341-7027933. atau email via marketing@outboundmalang.com

Metodologi Outbound Training

April 26, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Dalam suatu kegiatan outbound training, ada beberapa tahapan yang biasa dilakukan. Agar pelatihan outbound training bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan atau sasaran yang diinginkan. Setiap proses pembelajaran dalam outbound training yang efektif memerlukan tahapan berikut ini, yaitu :

1. Tahapan pembentukan pengalaman (experience)

Pada tahapan ini peserta dilibatkan alam suatu kegiatan atau permainan bersama orang lain. Kegiatan atau permainan outbound adalah salah satu bentuk pemberian pengalaman secara langsung kepada peserta pelatihan. Pengalaman langsung dalam outbound akan dijadikan wahana untuk menimbulkan pengalaman intelektual, pengalaman emosional dan pengalaman bersifat fisikal. Dengan adanya pengalaman tersebut setiap peserta siap untuk memasuki tahapan kegiatan berikutnya yang disebut dengan tahapan pencarian makna.

2. Tahapan perenungan pengalaman (reflect)

Kegiatan perenungan (refleksi) bertujuan untuk memproses pengalaman yang diperoleh dari kegiatan outbound yang dilakukan.  Setiap peserta outbound dalam tahapan ini melakukan refleksi tentang pengalaman pribadi yang dirasakan disaat kegiatan berlangsung. Apa yang dirasakan secara intelektual, emosional dan fisikal. Dalam tahapan ini, fasilitator berusaha untuk merangsang para peserta untuk mencapaikan pengalaman pribadi masing-masing setelah terlibat didalam kegiatan outbound tahap pertama.

Didalam kegiatan refleksi outbound, peserta biasanya menceritakan pengalaman pribadinya masing-masing dalam berbagai tingkatan belajar.

3. Tahapan pembentukan konsep (form concept)

Pada tahapan ini para peserta outbound training mencari makna dari pengalaman intelektual, pengalaman emosional dan pengalaman fisikal yang diperolehdari keterlibatan dalam kegiatan outbound. Pengalaman apakah yang ditangkap dalam suatu permainan outbound, dan apa arti permainan outbound tersebut bagi kehidupan pribadi maupun dalam hubungan dengan orang lain.

Tahapan outbound ini dilakukan sebagai kelanjutan tahap refleksi, dengan menanyakan pada peserta outbound training apa hubungan antara kegiatan yang dilakukan dengan perilaku manajemen yang sesungguhnya. Salah satu contoh pertanyaan pada tahapan ini sebagai berikut :

“Kalau dikaitkan dengan situasi kerja sesungguhnya ditempat kerja (kantor), perilaku yang anda alami tadi menggambarkan situasi kerja yang bagaimana?

4. Pengujian konsep  (test concept)

Pada tahapan ini, para peserta outbound training diajak untuk merenungkan dan mendiskusikan sejauh mana konsep yang telah terbentuk di dalam tahapan tiga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari, baik dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, maupun kehidupan dalam pekerjaan di kantor. Fasilitator membantu para peserta outbound training dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan yang menggiring peserta untuk melihat relevansi dari pengalaman selama pelatihan dengan kegiatan di dunia kerja sesungguhnya.

Kami dari Executive adventure outbound malang, selaku provider outbound yang ada di malang,  siap membantu rekan-rekan sekalian untuk mencapai goal dari kegiatan outbound training yang dinginkan

Flying Eggs

April 25, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Tujuan Permainan :

  1. Meningkatkan kerjasama tim
  2. Melatih sikap kehati-hatian.
  3. Melatih psikomotorik (kasar dan halus).

Alat

Telur sejumlah kelompok/tim yang ada.

Pelaksanaan :

  1. Bagi peserta outbound dalam beberapa tim. Masing-masing tim beranggotakan 8-10 orang.
  2. Tiap kelompok membentuk barisan sesuai dengan kelompoknya masing-masing dengan jarak 5-10 meter.
  3. Peserta pertama menerima sebuah telur dari instruktur outbound, lalu melemparkannya ke peserta tim yang ada didepannya. Dalam menerima telur, peserta menggunakan kaos yang dipakainya. Setelah menerima telur, telur tersebut dilemparkan kembali ke peserta berikutnya. Begitu seterusnya sampai ke peserta terakhir.
  4. Kelompok yang memecahkan telur dianggap gagal/gugur.
  5. Kelompok yang berhasil memindahkan telur dari awal sampai akhir tanpa membuat telur tersebut pecah, dinyatakan sebagai pemenang.
  6. Semoga sukses selalu untuk anda.

ALASAN MENGAPA PERUSAHAAN PERLU OUTBOUND TRAINING

April 22, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Pelatihan di alam terbuka akhir-akhir ini semakin populer di kalangan praktisi pelatihan SDM. Banyak perusahaan besar, maupun perusahaan kecil memanfaatkan metode outbound management training di dalam pengembangan SDM. Apa sebab metode ini sangat populuer? Jawabannya tak lain karena metode outbound sangat efektif dalam membangun pemahaman terhadap suatu konsep dan membangun prilaku.

Berikut beberapa alasan kenapa metode Outbound training dipakai. Diantaranya sebagai berikut:

1. Metode ini adalah sebuah simulasi kehidupan yang kompleks menjadi sederhana

Manusia pada dasarnya dapat memahami kehidupan ini dari alam semesta. Alam semesta adalah sumber kearifan, dan tempat belajar bagi semua orang. Itulah sebabnya Tuhan diberbagai kitab suci menyuruh manusia untuk membaca makna yang ada di dalam alam semesta. Bagaimana burung terbang bersama, dan bagaimana lebah dan semut berbagi tugas telah menjadikan banyak inspirasi bagi pakar managemen.

Kehidupan dalam organisasi perusahaan yang sangat kompleks sebenarnya dapat disimulasikan kedalam suatu bentuk kegiatan yang sederhana. Permainan outbound training adalah cara untuk menggambarkan kehidupan yang kompleks dengan cara sederhana melalui penggunaan sebuah metafora. Permainan yang ditampilkan dalam outbound training adalah metafora dalam kehidupan kompleks tersebut.

2. Metode ini menggunakan pendekatan metode belajar melalui pengalaman (experiental learning)

Outbound training menggunakan cara yang memberikan sebuah pengalam langsung kepada peserta pelatihan. Suatu kehidupan organinasi disimulasikan dalam sebuah kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh peserta program pelatihan outbound. Peserta langsung merasakan sukses dan gagal dalam sebuah kegiatan outbound training. Kalau sukses, peserta akan tahu, prilaku apa yang membuat mereka sukses. Kalau gagal, mereka juga akan segera tahu, prilaku mana yang menyebabkan kegagalan tersebut. Pendekatan outbound traning memudahkan pemahaman tentang konsep manajemen

3. Metode ini penuh kegembiraan karena dilakukan dengan permainan.

Kegiatan pelatihan outbound training banyak sekali menggunakan aktifitas yang mirip permainan yang biasa dilakukan anak-anak. Permainan biasanya disukai hampir setiap orang, sehingga sangat menyenangkan dan semua peserta pelatihan bisa lepas dalam kegiatan outbound. Dari pengalaman di dalam menyelenggarakan outbound, dijumpai keterangsangan emosi dan kegembiraan pada diri peserta pelatihan outbound training.

Nah, apakah anda sudah siap melakukan kegiatan outbound training bersama kami, sebuah provider outbound training di malang. Silahkan hubungi kami. Kami akan siap melayani anda 24 jam

ALMOST INFINITE CIRCLE

April 21, 2010 By: yudho Category: Games Outbound


Peralatan yang dibutuhkan : Tali rafiah yang dipotong sepanjang 80cm. Masing-masing peserta outbound training mendapatkan satu buah.

Stopwatch

Persiapan : Instruktur outbound memerintahkan seluruh peserta outbound untuk berpasangan dua-dua. Kemudian setiap orang mengikatkan tali rafiah dipergelangan tangannya, dengan saling menyilang dengan pasangannya

Permainan :

Peserta diminta untuk dapat melepaskan tali yang terikat dengan tali pasangannya, dimana tali tersebut masing-masing terikat di kedua pergelangan tangan masing-masing orang.

Aturan Main :

  • Tidak boleh memotong tali.
  • Tidak boleh membuka simpul yang mengikat ke pergelangan tangan

Teaching point :

Problem solving

Melatih kesabaran’

Mengetahui kekurangan dan kelebihan orang lain.

Saling pengertian

Mau tau kunci dari permainan ini?

sepertinya anda harus menghubungi manajemen outbound malang di marketing@outboundmalang.com

 

Kami tidak melarang meng copy paste postingan ini, namun setidaknya sebagai penghargaan, sudilah kiranya disebutkan sumber nya / link nya. www.outboundmalang.com

TOXIC WASTE

April 21, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Permainan ini biasa dikenal dengan sebutan “masukkan air ke dalam botol”

Alat yang dibutuhkan :

- Botol air mineral yang diberi tali. Setiap botol dibeli tali minimal 10 buah

- botol air mineral ditaruh tegak di atas tanah dengan tutup terbuka

Permainan :

Tim harus memindahkan cairan beracun dari satu container (diwakili oleh botol)  ke container yang lain.

Aturan Main :

Fasilitator outbound memberikan instruksi :

  • Peserta tidak boleh berbicara satu sama lain.
  • Alat bantu yang dapat digunakan hanya berupa tali-tali yang tersedia.
  • Tidak boleh memasuki area radiasi, bila ada seorang peserta yang menginjak maka permainan harus diulang dari awal lagi.
  • Cairan tidak boleh tumpah, apabila tumpah permainan diulang dari awal.
  • Dianggap selesai bila tali-tali yang dipergunakan kembali keluar lingkaran.

Tipe      : Strategic Game

Target   : team work dalam mencapai target, inovasi-kreativitas , disiplin, melatih kesabaran, mengetahui kekurangan dan kelebihan rekan kerja, komunikasi yang efektif terhadap rekan kerja

Ball Tossing

April 21, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Teaching point :

Fokus pada pekerjaan

Sensitivitas terhadap orang lain

Pelayanan prima

Inovasi

Perlengkapan :

Tiga buah bola plastik

Stopwatch

Pluit

Cara permainan :

Game ini termasuk dalam kategori fun game dan ice breaking. Peserta diminta untuk membentuk lingkaran dengan wajah menghadap ketengah dan berhadapan dengan peserta lain. Selanjutnya peserta diminta untuk melempar sebuah bola kepeserta lain dengan menyebutkan namanya sendiri dan nama orang yang diberi bola. Selanjutnya orang yang diberi bola juga menyebut namanya dan memberikan kepada orang lain sambil menyebut nama orang lain. hal yang sama dilakukan secara bergantian pada peserta lainnya.

Tolok ukur :

Kesuksesan tim dinilai dari berapa banyak kesalahan menyebut nama sendiri dan nama orang lain.

Jumlah bola jatuh

Debriefing :

Menanyakan pengalaman individu dari permainan

Perilaku peserta yang mendukung dan menghambat kesuksesan tim

 

Kami tidak melarang meng copy paste postingan ini, namun setidaknya sebagai penghargaan, sudilah kiranya disebutkan sumber nya / link nya. www.outboundmalang.com