Executive Outbound

Executive Adventure Outbound Malang Telp : 0341-7027933 : 081233342777 : Pin bb : 2851E420:outbound malang, outbound, outbound jawa timur, outbound di malang, outbound training malang, malang outbound, rafting malang, airsoftgun malang, paintball malang, outbound batu, rafting, kasembon rafting, kediri rafting, wisata malang, outbound anak-anak, paintball, paralayang batu, team building, peralatan outbound, perusahaan adventure, rafting batu, provider outbound, artikel outbound
Subscribe

Archive for August, 2010

Stepping Carpets

August 25, 2010 By: yudho Category: Games Outbound

Tujuan Permainan:

  1. Kerja sama tim (team building)
  2. Menunjukkan bahwa untuk kesuksesan tim dibutuhkan pengorbanan anggota tim.
  3. Perlunya anggota tim untuk menyatu dengan tujuan kelompok.
  4. Pengaturan staregi.

Alat :

Tempat pijakan berbentuk kotak (bisa terbuat dari karpet yang dipotong ataupun dengan menggunakan karton). Sebanyak 3 buah untuk masing-masing tim.

Cara Permainan:

  1. Permainan dilakukan dengan cara berkelompok dengan jumlah kelompok 7-10 orang.
  2. Tetapkan jarak tempuhnya, start dan finish, dengan jarak yang menyesuaikan. (semakin jauh semakin baik).
  3. Beri setiap kelompok 3 buah pijakan.
  4. Tugas tim/kelompok adalah menempuh jarak sampai finish dengan menggunakan 3 buah pijakan tersebut.
  5. Selama permainan, kaki tidak diperbolehkan menyentuh tanah. Bila menyentuh tanah, maka tim tersebut dinyatakan gugur dan harus mengulang lagi dari awal.
  6. Tim yang berhasil sampai duluan ke finish dengan baik, dinyatakan sebagai pemenang

Incoming search terms for the article:

Merancang kegiatan outbound yang efektif.

August 20, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Program pelatihan dan pengembangan yang dilakukan di luar ruangan atau biasa disebut outbound, hanya akan efektif apabila dilaksanakan dengan baik. Outdoor training bisa menjadi bahan yang ampuh untuk pengembangan SDM, asalkan dikerjakan dengan benar, yakni berisi rangkaian program-program yang bagus.

Kompetisi seseorang bisa ditingkatkan melalui pengembangan pengetahuan, skill, dan sikap/karakter yang bersangkutan. Outbound training bertujuan menggali dan meningkatkan skill dan karakter individu. Untuk hasil yang maksimal, kegiatan outbound idealnya dilaksanakan minimal 3 hari, fasilitas outbound harus memadai dan dipandu oleh instruktur yang berpengalaman. Dan yang terpenting, program outbound harus focus pada hasil, bukan pada aktivitasnya itu sendiri.

Untuk itu, sebelum melakukan kegiatan outbound, terlebih dahulu harus dirancang dan dipersiapkan dengan baik segala macam hal yang dapat menunjang keberhasilan tersebut.  Secara umum ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk menuju kegiatan outbound yang efektif sesuai dengan yang diharapkan.

1. Menetapkan target/tujuan

Untuk apa kegiatan outbound dilaksanakan? Setiap kegiatan pasti memiliki tujuan dan target yang ingin dicapai. Untuk mengasah kebersamaan (team building)? Memompa semangat berprestasi (achievment motivation)? Kepemimpinan (leadership)? Atau untuk tujuan yang lain??

Penetapan tujuan dan target ini penting untuk mendesain setting  kegiatan yang akan dilaksanakan, meliputi pemilihan lokasi, merumuskan materi, dan jenis-jenis materi yang dilaksanakan dalam outbound tersebut.

2. Menentukan lokasi kegiatan.

Setelah tujuan atau target kegiatan telah ditentukan, maka setelah itu adalah menentukan tempat/lokasi kegiatan outbound. Adakalanya kegiatan outbound dilakukan hanya sebagai pelengkap atau variasi dari kegiatan dalam ruangan (indoor). Bila itu yang terjadi, maka pilihlah gedung atau aula yang memiliki halaman yang luas, atau dekat tanah lapang yang bisa dijadikan arena outbound atau permainan games.

3. Menyiapkan alat yang diperlukan.

Agar kegiatan outbound berjalan dengan baik, segala keperluan menyangkut peralatan yang dibutuhkan harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Untuk kegiatan fun outbound biasanya tidak memerlukan peralatan-peralatan yang rumit.

4. Menyiapkan tim instruktur.

Tim instruktur bisa jadi merupakan kunci keberhasilan kegiatan outbound training.  Entah itu real outbound (high maupun middle impact) maupun hanya bersifat fun games. Instruktur harus orang yang berpengalaman di bidangnya, terutama outbound yang beresiko tinggi, sehingga outbound bisa menjadi aman dan nyaman. Syarat-syarat menjadi tim instruktur silahkan klik disini.

Demikian beberapa tips untuk merancang kegiatan outbound yang baik

=========SEMOGA SUKSES SELALU BUAT ANDA==========

Executive Adventure Outbound Malang.

Provider Outbound Training Professional

Telp : 081 2 333 42 777

Flx   : 0341-7027933

www.outboundmalang.com

www.facebook.com/outbound.malang

Incoming search terms for the article:

Kecerdasan emosional

August 19, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Beberapa ciri-ciri yang menandai apakah seseorang memiliki kecerdasan emosional yang baik. Cirri-ciri tersebut antara lain adalah :

1. Mentalitas berkelimpahan (abundance mentality)

Sifat kepribadian ini dimiliki oleh orang yang suka membagi-bagi apa yang dimiliki kepada orang lain. Orang yang demikian selalu merasa bahwa dengan memberikan apa yang dimiliki kepada orang ain akan membuat dia merasa semakin kaya. Sifat ini adalah lawan dari mentalitas sifat pelit (scarcy mentality). Orang yang memiliki sifat pelit selalu ketakutan dan tidak akan mendapat sesuatu bila orang lain sudah mendapatkannya.

2. Pikiran positif kepada orang lain

Bila seseorang memiliki sifat ini, dia akan melihat orang lain sebagai bagian dari kebahagiaan hidupnya sendiri. Selain itu, dia selalu melihat sisi positif hal-hal yang dilakukan dan dipikirkan oleh orang lain. Covey (1990) menggunakan istilah “seek first to understand than to be understood” berusaha mengerti orang lain  lebih dahulu, baru meminta diri sendiri untuk dimengerti. Orang yang memiliki sifat kepribadian ini tidak akan segera menarik kesimpulan tentang tentang apa yang dikatakan orang lain sebelum dia mengerti apa yang dipikirkan orang lain.

3. Kemampuan berempati

Sifat ini dimiliki oleh orang yang bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Kepekaan perasaan yang dimilikinya membuat dia merasa mudah merasakan kegembiraan dan kesusahan orang lain. Orang yang tidak memiliki kemampuan berempati  biasanya  sangat sulit untuk berhubungan dengan orang lain. Perasaannya tumpul dalam memahami kebutuhan orang lain

4. Komunikasi transformasional

Sifat ini dimiliki oleh orang yang selalu memilih kata-kata yang enak didengar telinga dalam berbicara pada orang lain. Bila terjadi perbedaan pendapat antara dia dengan orang lain, dia tetap memilih kata-kata yang menyejukkan hati dan pikiran dalam menanggapi perbedaan tersebut.

5. Berorientasi sama-sama puas (win-win solution)

Sifat ini dimiliki oleh orang yang dalam interaksinya dengan orang lain selalu ingin membuat orang lain merasa gembira dan dia juga merasa gembira. Orang yang demikian memiliki rasa respek terhadap orang lain

6. Sifat melayani (serving attitude)

Orang yang memiliki sifat demikian ini sangat senang melihat orang lain senang dan sangat susah melihat orang lain susah. Sifat ini adalah lawan dari sifat egois yang hanya mementingkan diri sendiri atau golongannya sendiri. Orang yang memiliki sifat melayani kalau menjadi pemimpin dia bukan minta dilayani, tetapi melayani kepentingan orang yang dipimpinnya.

7. Kebiasaan apresiatif.

Orang yang memilki sifat ini suka memberikan apresiasi pada apa yang dilakukan oleh orang lain. Apresiasi yang diberikan pada orang lain membuat orang lain merasa dihargai.

Executive adventure outbound Malang sebagai provider outbound training terkemuka di Indonesia berusaha membantu anda dan perusahaan anda untuk mengembangan kecerdasan emosinal.

Hotline : 081233342777

www.outboundmalang.com

Incoming search terms for the article:

Manfaat Outbound (artikel ke-2)

August 19, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Apapun jenisnya, outbound dengan berbagai jenis petualangan (adventure) dan permainan (games) yang biasa dijalankan sebenarnya memiliki manfaat yang beragam. Diantaranya adalah :

  1. Komunikasi efektif (effective communication)
  2. Pengembangan tim (team building)
  3. Pemecahan masalah (problem solving)
  4. Kepercayaan diri (self confidence)
  5. Kemepimpinan (leadership)
  6. Kerjasama tim (sinergi)
  7. Permainan yang menghibur (fun games)
  8. Konsentrasi/focus
  9. Kejujuran/sportivitas.

Ragam manfaat tersebut bermuara pada tercapainya pengembangan diri (personal development) dan tim (team development) yang dapat dirasakan oleh para peserta outbound. Karena sukses seseorang dalam hidupnya terutama dalam karier bisnisnya dan organisasi sangat ditentukan oleh kepercayaan diri (self confidence), kemampuan mengontrol emosi, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

Para pakar dibidang kecerdasan emosi berpendapat bahwa sukses dalam karier diperusahaan (juga diranah kehidupan lainnya) lebih ditentukan oleh kecerdasan emosional dibandingkan dengan kecerdasan intelektual. Oleh karena itu upaya untuk mengembangkan kecerdasan emosional mendapatkan perhatian yang semakin besar.

Dalam kegiatan outbound training memang tidak mungkin  dapat 100 persen mengubah kecerdasan emosiona seseorang hanya oleh kegiatan yang dilakukan 1 sampai 4 hari saja. Tapi kegiatan  outbound training terutama yang dirancang untuk tujuan-tujuan tertentu bisa menjadi starting point (titik pijak) bagi seseorang untuk menemukan konsep diri dan perilaku yang lebih baik pada hari-hari berikutnya.

Dengan konsep-konsep interaksi antara peserta outbound dan dengan alam, melalui kegiatan simulasi di alam terbuka, diyakini dapat memberikan suasana yang kondusif untuk membentuk sikap, cara berfikir, dan persepsi kreatif dan positif dari setiap peserta outbound guna membentuk rasa kebersamaan, keterbukaan, toleransi, dan kepekaan yang mendalam yang pada harapannya akan mampu memberikan semangat, inisatif, dan pola pemberdayaan baru dalam kehidupannya.

Melalui simulai outdoor activities (outbound training) ini peserta juga akan mampu mengembangkan potensi diri, baik secara individu (personal development),  maupun dalam kekompakan tim (team development) dengan melakukan interaksi dalam bentuk komunikasi yang efektif, manajemen konflik, kompetisi, kepemimpinan, manajemen resiko, dan pengambilan keputusan serta inisiatif.

Incoming search terms for the article: