Outbound Malang

Executive Adventure Outbound Malang Telp : 0341-7027933 : 081233342777 : Pin bb : 763815D4 :outbound malang, outbound, outbound jawa timur, outbound di malang, outbound training malang, malang outbound, rafting malang, airsoftgun malang, paintball malang, outbound batu, rafting, kasembon rafting, kediri rafting, wisata malang, outbound anak-anak, paintball, paralayang batu, team building, peralatan outbound, perusahaan adventure, rafting batu, provider outbound, artikel outbound
Subscribe

Tentang keberanian

July 20, 2013 By: yudho Category: artikel motivasi

Semua tentang keberanian. Banyak pemuda yang suka mencoba tantangan baru. Semakin berbahaya, semakin menegangkan, semakin seru katanya. Iya kan? dalam outbound juga banyak sekali keberanian

Keberanian disini adalah keberanian untuk mencoba, keberanian untuk mengambil resiko, keberanian untuk menghadapi kegagalan, keberanian untuk mengambil keputusan. Seorang pribadi sukses, tentunya siap dengan tantangan keberanian ini. dalam outbound dituntut untuk berani

Kadangkala semakin dewasa seseorang, semakin mengurangi keberanian orang tersebut. Lihat saja anak kecil atau bayi yang tidak takut apa-apa walaupun diteriaki ibunya. Modal untuk keberanian ini sebenarnya cuman ada dua, yaitu ketidaktahuan dan keingintahuan. Semakin dewasa seseorang semakin banyak perhitungannya, semakin matang tindakannya. Namun perhitungan yang berlebihan juga bisa mengurangi keberanian kita. Jangan sampai kalah sebelum berperang. Bahkan perhitungan yang berlebihan bisa membuat anda membenarkan kelemahan kelemahan anda dan yang pasti memperlambat “action” anda.

Seringkali kita dihadapkan pada hal-hal yang menantang seperti : membuka usaha baru, pergi ke pulau baru, mencoba hal extrim, pindah kerja, mendekati lawan jenis. Biasanya ketika dihadapi hal tersebut, rasa takut mulai meraki kita. Kamu terlalu kuatir akan resiko nya, katakanlah : rasa malu, takut rugi.

Sudah lupakan dulu resikonya kalau mau sukses. Bayangkan saja hasilnya. Dijamin anda akan lebih berani menghadapi permasalahan.

Semua orang pernah gagal, semua orang pernah salah, semua orang pernah malu. Jangan pernah takut, jangan menyesal, apapun yang terjadi patut disyukuri, karena kegagalan demi kegagalan akan semakin menguatkan kita dan menyimpan hikmah yang sangat berharga.

Kegagalan bisa memupuk keberanian anda dan menambah motivasi anda bila anda menanggapinya positif.

Sebagai seorang pribadi sukses tentunya kamu harus berani mengambil resiko. Sesungguhnya keberanian itu adalah melakukan hal yang anda takutkan. Renungkanlah, jika kamu tidak punya nyali untuk melakukan hal yang positif, maka itulah sesungguhnya kegagalan sejati mu. Ngga ada lagi terminologi lain yang cocok.

Dengan ber outbound, banyak hal-hal baru yang menantang keberanian anda, untuk itu mari sama-sama kita nyalakan “NYALI” kita.

SALAM SUKSES

Kami tidak melarang meng copy paste postingan ini, namun setidaknya sebagai penghargaan, sudilah kiranya disebutkan sumber nya / link nya. www.outboundmalang.com

Belajar dari Pemancing cilik

July 08, 2011 By: yudho Category: artikel motivasi

Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya.

Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.

Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. “Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti,” kata si paman ramah.

“Tidak, terima kasih Paman,” jawab si anak.

“Lo, paman perhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang paman tawarkan kepadamu, kenapa engkau tolak?”

“Saya senang memerhatikan Paman memancing, karena saya ingin bisa memancing seperti Paman. Apakah Paman mau mengajari saya bagaimana caranya memancing?” tanya si anak penuh harap.

“Wah wah wah. Ternyata kamu anak yang pintar. Dengan belajar memancing engkau bisa mendapatkan ikan sebanyak yang kamu mau di sungai ini. Baiklah. Karena kamu tidak mau ikannya, paman beri kamu alat pancing ini. Besok kita mulai pelajaran memancingnya, ya?”

Keesokan harinya, si bocah dengan bersemangat kembali ke tepi sungai untuk belajar memancing bersama sang paman. Mereka memasang umpan, melempar tali kail ke sungai, menunggu dengan sabar, dan hup… kail pun tenggelam ke sungai dengan umpan yang menarik ikan-ikan untuk memakannya. Sesaat, umpan terlihat bergoyang-goyang didekati kerumunan ikan. Saat itulah, ketika ada ikan yang memakan umpan, sang paman dan anak tadi segera bergegas menarik tongkat kail dengan ikan hasil tangkapan berada diujungnya.

Begitu seterusnya. Setiap kali berhasil menarik ikan, mereka kemudian melemparkan kembali kail yang telah diberi umpan. Memasangnya kembali, melemparkan ke sungai, menunggu dimakan ikan, melepaskan mata kail dari mulut ikan, hingga sore hari tiba.

Ketika menjelang pulang, si anak yang menikmati hari memancingnya bersama sang paman bertanya, “Paman, belajar memancing ikan hanya begini saja atau masih ada jurus yang lain?”

Mendengar pertanyaan tersebut, sang paman tersenyum bijak. “Benar anakku, kegiatan memancing ya hanya begini saja. Yang perlu kamu latih adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik. Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai.”

dikutip dari : http://artikelmotivasi.blogspot.com/

Kunjungi kami di :

www.outboundmalang.com

www.outboundgames.com

www.kasembon-rafting.com

www.wisataoutboundanak.com

Cara Halus Untuk Bilang Tidak

June 22, 2011 By: yudho Category: artikel motivasi

Bagi Mary Kay Ash, pengusaha di bisnis kosmetik, manajemen waktu sudah lama jadi perhatian utamanya. Ia sadar, telepon merupakan sarana penting untuk mencapai sukses. Sayang, juga memboroskan banyak waktu. Sebagai orang sibuk, tak jarang dering telepon dari teman bisa menjadi masalah.

Maka setiap kali teman menelepon dan bertanya, “Punya waktu sebentar?”, jawaban Mary bukan “Maaf, saya sedang sibuk”. Rupanya ia sudah mempunyai kiat tersendiri. Sengaja dibelinya bel pintu, yang dibunyikannya saat obrolan sudah melantur berlarut-larut. Kebetulan juga ia memelihara anjing yang menyalak setiap kali bel berdering. Maka ia lantas bisa berkata dengan enak, “Maaf, ada bel.” Cara ini akan sukses mengakhiri obrolan tak menentu tanpa menimbulkan rasa sakit hati.

Umumnya kita memang sulit mengatakan “tidak”. Seperti halnya Mary Kay Ash, kita tak ingin menyinggung perasaan atau mengecewakan orang lain. Sepanjang permintaan bicara itu penting, okelah. Tapi bila kita sedang tidak siap atau sedang tak berselera ngobrol, justru perasaan kita sendiri yang bisa tersiksa.

Sungguh keliru berkata “ya”, kalau sesungguhnya kita ingin berkata “tidak”. Demikian pendapat terapis Herbert Fensterheim, Ph.D., pengarang Don’t Say Yes When You Want to Say No.

Bahkan ia yakin ketidaksanggupan berkata “tidak” bisa menimbulkan konsekuensi negatif. Pertama, kita akan terbawa dalam kegiatan yang kita sendiri tidak sreg untuk melakukannya. Membiarkan orang lain ngerecoki, bisa menciptakan kekesalan dalam diri. Kedua, menyebabkan kita kurang komunikatif dengan orang lain. Adakalanya secara tegas mengatakan “tidak” bisa berarti amat menghemat waktu, di samping memelihara ketenangan diri. Ternyata mengatakan “tidak” terhadap permintaan atau ajakan, asalkan dengan cara yang halus, dinilai cukup bijaksana.

Berikut ini beberapa cara bijak untuk mengatakan “tidak”:

1. Sertakan pujian saat berkata “tidak”. Delores, guru besar Universitas East Coast di AS, punya jurus jitu menolak. Ia melunakkan penolakannya dengan pujian. Saat diminta menjadi dewan pengurus suatu organisasi, ia berkata, “Saya senang Anda memperhatikan saya. Saya memang penggemar berat organisasi Anda, sayang sekali jadwal saya tak memungkinkan menerima tawaran ini.” Begitu pula kita. Saat diajak makan siang, kita bisa menjawab, “Saya senang diajak makan siang, tapi sayang banyak tugas yang tak bisa dielakkan.” Atau, saat diundang ke pesta, kita berkata, “Sangat senang saya diundang ke rumah Anda. Bisa bertemu keluarga dan teman-teman Anda. Tapi maaf saya tidak dapat hadir saat ini.”

2. Menolak secara tegas dan meyakinkan. “Saya hargai Anda telah mengantar koran setiap hari, tetapi kali ini saya terpaksa tidak membacanya.” Ini contoh penolakan halus. Menyusun jawaban menolak secara meyakinkan memungkinkan kita tetap bisa menjaga hubungan/persabahatan, sekaligus menghindari rasa sakit hati. Jawaban tegas lain, “Tawarannya sangat bagus, tetapi maaf sekali kami tidak mungkin menerimanya saat ini.” “Gagasan bagus (atau produk yang bagus), tapi belum kami perlukan saat ini.”

3. Menawarkan kompromi. Karena tak mungkin menampung semua permintaan, perlu dipertimbangkan tanggapan secara tegas dan meyakinkan. Dalam buku Your Perfect Right: A Guide to Assertive Living , Robert E. Alberti, Ph. D., dan Michael L. Emmons, Ph. D., memberikan contoh ini, “Ibu mertua menelepon untuk mengabarkan rencananya mengunjungi Anda selama tiga minggu.”

Pengarang buku itu mencatat tiga kemungkinan jawaban Anda:

a. Anda berpikir, “Aduh, celaka!”, tapi berkata, “Kami senang Ibu akan berkunjung. Tinggallah selama Ibu suka.”

b. Anda pura-pura berterus terang dengan mengatakan bahwa anak-anak sedang pilek, atau Anda pas ke luar kota saat dia berkunjungan.

c. Anda dapat menolak, tetapi dengan nada kompromistis, “Kami senang Ibu akan datang, tapi kalau tidak terlalu lama, barangkali akan lebih menyenangkan. Kita malah akan lebih cepat ingin bertemu lagi. Masalahnya, anak-anak banyak kegiatan sekolah, atau, kami banyak kegiatan lingkungan yang menyita waktu sepulang bekerja.”

4. Berlatih layaknya tokoh masyarakat. Mereka umumnya berlatih agar mampu menyampaikan tanggapan dengan percaya diri dan meyakinkan saat berhadapan dengan wartawan. Prinsip yang sama juga berlaku bagi Anda untuk menyatakan “tidak”. Praktikkan dan berlatihlah di dalam hati atau langsung di hadapan anggota keluarga atau teman.

5. Minta waktu. Dengan maksud menolak, kita bisa menjawab, “Coba saya pikirkan dulu”; “Bagaimana kalau saya membicarakannya dengan suami/istri, keluarga, dsb.?”; “Saya akan periksa agenda dulu”; “Sekarang saya sungguh belum ada waktu. Bagaimana kalau saya minta waktu 1 – 2 hari lagi untuk menanggapi?”

Siasat itu memberikan tiga keuntungan. Pertama, kita punya waktu untuk membuat alasan yang bisa diterima. Kedua, masih ada kesempatan bagi kita untuk mempertimbangkan lagi permintaan itu. Ketiga, kita membuat senang orang lain dengan sikap seolah-olah menerima permintaan itu secara serius.

6. Jawaban singkat dan to the point. Bulatkan pikiran dan katakan secara terus terang penolakan itu. Contoh, “Maaf, saya tak bisa duduk dalam kepengurusan yayasan ini.” Singkat dan to the point. Penjelasan panjang lebar, kenapa tidak dapat atau tidak setuju, justru memungkinkan orang mengejar alasan-alasan kita. Sebuah contoh dialami Louise. Ia pernah gagal menolak, karena menyampaikan banyak alasan kenapa tak mau duduk dalam kepengurusan yayasan penyelenggara pendidikan pra-sekolah, tempat anaknya (4 tahun) menjalani pendidikan.

“Saya menjelaskan bahwa pengurus rapat setiap minggu dan saya tak punya waktu senggang. Saya juga tidak mempunyai sarana trasportasi malam hari. Saya malah tersudut ketika mereka menanggapi, ‘Anda tidak harus datang setiap minggu, cukup dua minggu sekali. Jangan cemas soal angkutan, akan ada anggota pengurus yang menjemput.’” Jadi, jawaban terbaik adalah singkat dan sederhana, “Maaf, tidak, saya tidak dapat duduk dalam kepengurusan yayasan!”

7. Katakan “tidak”. Cara terbaik untuk menolak adalah dengan berkata “tidak”. Jangan takut berkata “tidak”. Jika kita menyanggupi semua permintaan orang lain, dari duduk dalam kepengurusan atau kepanitiaan, menghadiri makan siang dan makan malam, dst. jelas kita tidak akan punya waktu untuk mengerjakan hal lain. Ikut berperan serta itu baik, sepanjang ada waktu. Bagaimana mungkin kita dapat mengelola waktu, jika waktu itu sudah kita berikan kepada setiap orang?

Begitu kita terbiasa berkata “tidak”, kita pun akan merasakan keuntungannya. Harga diri semakin kuat, rasa gelisah dan depresi berkurang, dan kita pun semakin profesional. (Rye/Victor M. Parachin)

Kunjungi kami di :

www.outboundmalang.com

www.outboundgames.com

www.kasembon-rafting.com

www.wisataoutboundanak.com

10 Kesalahpahaman Tentang Sukses

December 22, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Kesalahpahaman 1

Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain. Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan. Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2

Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan. Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3

Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90…)  seminggu. Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja. Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4

Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan. Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5

Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses. Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum. Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat  membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6

Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses. Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan. Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7

Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang. Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8

Sukses adalah bila semua orang mengakuinya. Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan  dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi,meskipun hanya  anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9

Sukses adalah tujuan. Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal  anda. Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan “atas hal apa?”

Kesalahpahaman 10

Saya sukses bila kesulitan saya berakhir. Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.

(diadaptasi dari “The Top 10 Misconceptions About Success”, Jim M. Allen.)

Hidup adalah pendakian

July 06, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Gunung kan ku daki

Lautan kuseberangi

Sungai kuarungi

Allah Berfirman “Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan” (arrahman:33)

Hidup adalah pendakian prestasi, mengumpulkan sukses kecil menjadi sukses besar. Sebagaimana mendaki gunung, menapaki tangga-tangga suksespun kadang menimbulkan kejenuhan, kelelahan, kemalasan, ketakutan, dan aneka pikiran yang menghantui akhirnya meracuni kehidupan kita.

Ada beberapa tipe manusia dalam proses pendakian ini:

  1. 1. Tipe Quitters

Dia orang yang tergesa-gesa, ingin cepat sampai, gampang menyerah, mudah bertekuk lutut, senang  patah arang dan tak berani mengambil resiko. Bila ditawarkan tantangan kepadanya, dia mundur teratur sebelum abil langkah seribu. Orang semacam ini pikirannya didominasi oleh hal-hal yang negatif. Suudzon thinking. Kalah sebelum bertanding. Memilih parking sebelum naik ring. Memilih aman daripada beresiko. Tak punya nyali untuk menatap posisi hidup ini.

  1. 2. Tipe Campers

Mereka adalah orang yang senang mendaki pada ketinggian tertentu lalu mengakhiri pendakian kemudian berhenti. Beristirahat serta mendirikan tenda ditempat datar. Menimati kesuksesannya, puas dengan yang diperolehnya, mengambil jalan selamat, dan tak tertantang untuk mengambil peluang dan resiko yang lebih besar.

  1. 3. Tipe Climbers

Inilah para pendaki abadi. Para pahlawan hakiki. Para pejuang yang siap mengambil apapun resiko yang ditemui. Baginya hidup adalah sebuah arena untuk mengubah tantangan menjadi peluang, mengubah hambatan menjadi kesuksesan, mengubah kesulitan menjadi kemungkinan-kemungkinan, mengambil resiko dengan penuh konsekuensinya dan keberanian. Inilah yang mesti kita miliki. Tidak lemah, tidak putus asa. Tidak gampang menyerah. Bisa membuat sejarah dalam hidupnya.

Berfikir, bertindak, bekerja dengan aneka variasi untuk meraih sukses dan menyebarluaskan kebahagiaan untuk orang lain. Kebahagiaan adalah ketika mampu membuka jalan bagi generasi berikutnya. Memecahkan masalah yang ada di masyarakat.

Sabar

July 05, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Kesabaran adalah keniscayaan hidup. Tidak ada yang dapat kita raih dalam hidup ini, baik untuk kebaikan maupun untuk kejahatan tanpa kesabaran.semua cerita sukses selalu berawal dari kesabaran. Dalam peperangan, bisnis, dunia ilmiah, profesi, kerja sosial, kemanusiaan, dunia politik, dan lainnya. Para pemimpin dalam semua bidang bisa menjadi pemimpin karena memiliki sifat sabar. Sebab beban-beban kepemimpinan hanya dapat dipikul oleh mereka yang memiliki cadangan rasa “SABAR” yang banyak.

Perubahan besar dalam komunitas kita, baik pada tataran terkecil seperti keluarga, atau menengah seperti perusahaan atau yang lebih luas seperti bangsa dan negara hanya dapat dikelola dengan baik apabila reformis memiliki cadangan kesabaran yang besar. Ketergesa-gesaan, angkara murka, kekasaran, seringkali merusak semua usaha perubahan yang telah kita lakukan. Tidak ada perubahan besar tanpa kesabaran.

Kesabaran diperlukan dalam semua situasi. Tetapi kesabaran lebih dibutuhkan dalam hal empat situasi :

  1. Kita perlu sabar ketika menghadapi musibah dan cobaan hidup. Kehilangan orang-orang yang kita cintai, kehilangan harta benda yang berharga, kecelakaan, kegagalan dan sebagainya.
  2. Kita perlu sabar melawan godaan syahwat dan hawa nafsu dalam segala bentuknya. Syahwat kekuasaan, syahwat kebinatangan, dan lain-lain. Kita juga perlu sabar menghadapi godaan dan tekanan kejahatan dari lingkungan sosial kita.
  3. Kita perlu sabar dalam melakukan ketaatan dan kebaikan. Sebab, kebaikan-kebaikan itu adalah berat bagi jiwa kita. Hanya dengan kesabaran kita dapat menjalankan kebaikan-kebaikan itu dalam hidup kita.
  4. Kita perlu sabar dalam mencapai cita-cta hidup kita. Cita-cita besar membutuhkan kerja besar. Tidak ada sukses yang dapat kita raih dalam hidup kita tanpa kesabaran

Selanjutnya kesabaran mengejawantahkan diri dalam berbagai sikap :

-          Santun terhadap orang lain

-          Lemah lembut dan baik tutur katanya

-          Mampu mengendalikan diri dan emosi

-          Menjaga rahasia

-          Ulet dan tangguh

-          Tenang dan tidak tergesa-gesa

Jujur dan Dipercaya

July 03, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Jujur bahasa arabnya Shiddiq. Sahabat Abu Bakar mendapat gelar itu. Sebab dalam hidupnya, ia selalu jujur. Perlakuan orang lain terhadap orang jujur ialah percaya 100%.

Lain Abu Bakar, beda pula dengan Nabi Muhammad SAW. Beliau sejak kecil mendapat gelar al-amiin. Artinya orang yang dapat dipercaya. Mengapa? Karena Nabi tidak pernah goroh, menipu.

Pribadi unggul membiasakan diri dengan sikap jujur, baik dalam berbicara, maupun berbuat. Ia sangat hati-hati dan takut terkena stempel munafik. Tanda munafik : kalau berjanji ia ingkar, bicara tapi bohong dan kalau dipercaya ia khianat.

Sikap jujur seseorang antara lain tampak saat berjanji, selalu tepat. Pribadi unggul menganggap janji sebagai hutang, kalau tidak ditepai merasa memiliki hutang kepada orang lain.

Menepati janji ibarat orang yang (mohon maaf) kebelet kebelakang. Kalau belum dilaksanakan rasa mengganjal masih mengganggu. Semakin dekat waktunya, rasa itu semakin menjadi.

Begitu janji sudah ditepai, muncul rasa “plong” seperti terbebas dari sesuatu. Selain menepati janji merupakan kewajiban, perbuatan ini juga meningkatkan kredibilitas anda

Taqwa

July 02, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Yaa, kalau mau sukses, kita harus bertaqwa. Karena segala sesuatunya harus dikembalikan kepada Allah SWT.

Kata taqwa berasal dari rumpun kata waqoyyah, artinya memelihara. Yakni memelihara hubungan yang baik dengan Tuhan.

Memelihara diri agar tidak terperosok pada perbuatan yang tidak diridhoi Allah. Memelihara segala perintah-Nya dan menjalankannya sebaik mungkin.

Taqwa kurang tepat jika hanya diartikan dengan kata takut saja. Sebab dalam taqwa terkandung makna yang sangat luas. Dalam kata tersebut ada iman, cinta, kasih, harap, cemas, tawakkal, ridho, sabar, dan sikap lain. Inti Taqwa adalah menjalin hubungan vertikal dan hubungan horizontal.

Pribadi yang sukses paham, tujuan diciptakan manusia untuk beribadah. Ibadah selain sholat, zakat, puasa, dan haji adalah menjalankan seluruh aktivitas dalam kehidupan. Jadi setiap perbuatan kita seharusnya bernilai ibadah.

Maka, orang sukses harus selalu meletakkan niat pada setiap aktivitasnya agar bernilai ibadah. Kecerdasan spiritual itu memiliki dampak yang besar. Yaitu tumbuhnya semangat kerja, tidak mudah putus asa, ada rasa malu, memiliki rasa tanggungjawab, dan IKHLAS.

Setiap langkah orang sukses selalu terkontrol. Setiap perbuatan selalu dikaitkan dengan nilai ibadah.

Ingat kepada Allah SWT selalu terjaga, sehingga langkah dan geraknya selalu terbimbing

Disiplin

July 02, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Setiap bangsa dikenal karena wataknya. Bangsa jepang dikenal kebersihannya. Orang china dikenal kerajinannya. Orang inggris dikenal sikap percaya diri yang sangat tebal. Orang Belanda dikenal teliti. Orang Indonesia dikenal sabar dalam menderita. Orang Jerman dikenal suka model militer dan disiplin tinggi.

Ada beda mencolok antara otang Indonesia dan Orang Jerman. Bangsa kita dikenal sabar menderita. Sedang orang Jerman dikenal disiplin. Sabar menderita itu penting, tetapi itu tidak cukup. Kita masih perlu melatih diri menjadi orang yang berdisiplin tinggi.

Kebiasaan yang terus menerus berbuat baik atau jelek berubah menjadi kebutuhan. Demikian juga dengan disiplin, apabila sudah sering dikerjakan, maka akan menjadi kebutuhan.

Artinya, kalau tidak melakukan disiplin, dia merasa ada sesuatu yang belum lengkapatau hilang pada dirinya sehingga muncul dorongan untuk berbua disiplin.

Prinsip yang harus dimiliki, orang sukses adalah mereka yang mempunyai disiplin tinggi. Ini merupakan kebalikan dari pribadi rendahan, kalau ada acara selalu datang terlambat, pulang kantor sebelum waktunya, kalau diberi tugas tidak tepat waktu, banyak melakukan penyimpangan, dan suka melanggar aturan. Ia menganggap disiplin sebagai siksaan sehingga terasa berat melaksanakannya

Berfikir sebelum bertindak

July 02, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Mana yang lebih baik : Berfikir dulu, baru bertindak atau sebaliknya, bertindak dulu baru berfikir Setiap orang yang memiliki kepribadian yang unggul harus memilih yang pertama. Karena cara ini bisa menghasilkan pekerjaan yang lebih rapi dan tidak asal-asalan. Kinerjanya bisa maksimal, tidak boros waktu, biaya dan tenaga. Ia mengenal betul prinsip-prinsip manajemen modern yang terdiri atas tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan kontrol. Dari sana, target : waktu, biaya, dan sebagainya dapat di atur secara baik dan benar

Indikasi seorang yang memiliki pribadi unggul tidak pernah berhenti berfikir, sehingga selalu ada saja motivasi, inovasi, improvisasi dan kemajuan dalam pekerjaannya. Pola kerja yang demikian bisa mencegah terjadinya kejenuhan dan menghindari patah semangat. Sementara mereka yang bekerja dulu baru berfikir, biasa terpental-pental. Kinerjanya akan amburadul, konsepnya tidak karuan, dan target yang ingin dicapai juga tidak jelas. Kerja tanpa dipikir terlebih dahulu akan terjadi banyak kesalahan. Prosesnya pun akan memakan waktu yang panjang.

Bagi seorang yang memiliki visi yang jelas, berfikir sebelum bekerja sudah menjadi prinsipnya. Selain menghindari terjadinya kesalahan dalam mengambil langkah, berfikir sebelum bertindak akan menjadikan pekerjaan lebih efektif dan efisien