Outbound Malang

Executive Adventure Outbound Malang Telp : 0341-7027933 : 081233342777 : Pin bb : 763815D4 :outbound malang, outbound, outbound jawa timur, outbound di malang, outbound training malang, malang outbound, rafting malang, airsoftgun malang, paintball malang, outbound batu, rafting, kasembon rafting, kediri rafting, wisata malang, outbound anak-anak, paintball, paralayang batu, team building, peralatan outbound, perusahaan adventure, rafting batu, provider outbound, artikel outbound
Subscribe

Jujur dan Dipercaya

July 03, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Jujur bahasa arabnya Shiddiq. Sahabat Abu Bakar mendapat gelar itu. Sebab dalam hidupnya, ia selalu jujur. Perlakuan orang lain terhadap orang jujur ialah percaya 100%.

Lain Abu Bakar, beda pula dengan Nabi Muhammad SAW. Beliau sejak kecil mendapat gelar al-amiin. Artinya orang yang dapat dipercaya. Mengapa? Karena Nabi tidak pernah goroh, menipu.

Pribadi unggul membiasakan diri dengan sikap jujur, baik dalam berbicara, maupun berbuat. Ia sangat hati-hati dan takut terkena stempel munafik. Tanda munafik : kalau berjanji ia ingkar, bicara tapi bohong dan kalau dipercaya ia khianat.

Sikap jujur seseorang antara lain tampak saat berjanji, selalu tepat. Pribadi unggul menganggap janji sebagai hutang, kalau tidak ditepai merasa memiliki hutang kepada orang lain.

Menepati janji ibarat orang yang (mohon maaf) kebelet kebelakang. Kalau belum dilaksanakan rasa mengganjal masih mengganggu. Semakin dekat waktunya, rasa itu semakin menjadi.

Begitu janji sudah ditepai, muncul rasa “plong” seperti terbebas dari sesuatu. Selain menepati janji merupakan kewajiban, perbuatan ini juga meningkatkan kredibilitas anda

Motivasi Kerja Tinggi

July 03, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Dilihat dari motivasi, setiap orang memiliki persepsi berbeda tentang pekerjaan. Ada yang mengatakan bekerja itu intinya mengumpulkan harta. Dia berupaya keras memeras keringat dan membantin tulang demi tujuan itu.

Yang lain mengatakan bahwa bekerja merupakan kewajiban. Bahkan ada juga yang melengkapi pemahaman ini dengan keyakinan bekerja selain kewajiban juga ibadah.

Persepsi ini melahirkan dorongan kuat. Motivasi diri dalam melaksanakan tugas bukan sekedar memeras keringat, tetapi juga mendapatkan pahala. Dua dimensi diraih : duniawi juga ukhrowi. Atas dorongan ini, maka bekerja bisa lebih giat.

Orang sukses tidak kenal putus asa. Kinerjanya selalu ada peningkatan. Dengan bekerja giat, selain tugas selesai, ada keuntungan jangka panjang, mendapat ridho Tuhan

Nabi SAW pernah berjabat tangan dengan seseorang. Orang tadi malu mengulurkan tangannya kepada Nabi karena telapak tangannya kasar. Orang tadi menjawab “ini akibat kerja keras, memecah batu mencari nafkah”. Atas jawaban itu Nabi berkomentar singkat, “Tangan seperti ini dicintai Allah”

Ini artinya, Allah mencintai hamba-Nya yang suka bekerja keras. Paham ini menghapus anggapan agama melarang seseorang menjadi kaya. Agama mendorong ummatnya bekerja agar berkecukupan hidupnya. Yang penting setelah harta diraih, tidak jadi penghalang untuk dekat dengan Allah.

Jangan Putus Asa

July 03, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Agama melarang kita untuk putus asa. Sebaliknya menganjurkan kita bersikap optimis dan berfikir jauh ke depan.

Orang yang mudah putus asa pertanda bahwa dia tidak mensyukuri nikmat. Ia lupa bahwa nikmat Tuhan begitu banyak materi dan inmateri, termasuk nikmat akal, hati dan fisik yang dapat dimanfaatkan bekerja secara produktif.

Sekali lagi, agama mengajarkan setiap insan selalu optimis dan selalu berfikir dengan orientasi ke depan. Dunia merupakan ladang menanam kebaikan yang nanti bisa dipetik di akhirat. Yang bisa melakukan ha itu hanya orang yang optimis.

Orang yang mudah putus asa menganggap masa depan selalu suram, hidup tanpa harapan, putus asa. Mereka menganggap apa yang dikerjakan sebatas untuk kehidupan dunia, setelah itu tidak ada balasannya. Dia tidak memahami pernyataan Nabi Muhammad “ Adunnya mazroatul akhirah”. Dunia ini adalah jembatan menuju akhirat.

Orang yang mudah putus asa karena jiwanya sempit, ilmunya dangkal dan imannya tipis. Jika wawasan luas dan ilmu mendalam serta imannya kuat, seseorang memiliki kesanggupan kerja yang maksimal. Pikirannya jauh ke depan serta tidak picik pandangannya.

Dia alergi sikap putus asa, karena sikap tersebut berarti tidak percaya kepada Tuhan. Tuhan selalu mendengarkan permintaan hamba-Nya sepanjang dia sendiri yakin akan do`anya sendiri.