Outbound Malang

Executive Adventure Outbound Malang Telp : 0341-7027933 : 081233342777 : Pin bb : 763815D4 :outbound malang, outbound, outbound jawa timur, outbound di malang, outbound training malang, malang outbound, rafting malang, airsoftgun malang, paintball malang, outbound batu, rafting, kasembon rafting, kediri rafting, wisata malang, outbound anak-anak, paintball, paralayang batu, team building, peralatan outbound, perusahaan adventure, rafting batu, provider outbound, artikel outbound
Subscribe

SKSG (Satu Kata Satu Gerak)

February 16, 2012 By: yudho Category: Games Outbound

Game ini di mainkan cocok untuk pemanasan dalam kegiatan outbound training, bisa juga dipakai untuk melihat kekompakan suatu team.

Peserta di bagi dalam beberapa kelompok. (satu kelompok 10-12 orang). Kemudian peserta outbound diperintahkan oleh instruktur untuk berbaris berbanjar ke belakang sesuai kelompoknya. Seluruh anggota kelompok memegang pundak anggota yang ada di depannya.

Kemudian games SKSG dimulai. Caranya permainannya :

Perintah dari instruktur :

SKSG

Peserta outbound menjawab dengan :

OYYI

Instruktur :

Kiri

Peserta :

Meloncat ke kiri

Instruktur :

Kanan

Peserta :

Meloncat ke kanan. Begitu seterusnya

Kemudian ada perintah sebaliknya

Instruktur :

Oppositte

Peserta :

Oyyi

Kemudian peserta harus melakukan gerakan berkebalikan dengan yang disebutkan instruktur

Peserta yang salah mengikuti gerakan instruktur keluar dari barisan.

Silahkan kunjungi kami di :

www.outboundmalang.com

www.outboundgames.com

www.outboundkita.com

www.kasembon-rafting.com

www.raftingbatu.com

Materi Pelatih outbound

December 21, 2011 By: yudho Category: tentang outbound

Profesi sebagai pelatih sangat berbeda dengan pendidik pada umumnya. Pelatih diharuskan memiliki seperangkat pengetahuan dasar. Hal ini dimungkinkan karena proses pelatihan relatif lebih singkat dari pendidikan, targetnya pun lebih berorientasi psikomotorik. Website ini menyajikan berbagai hal berkenaan dengan pengetahuan dasar sebagai pelatih, di antara pengetahuan dasar tersebut adalah :

ANDRAGOGI (Sebuah Konsep Teoritik)

Pengertian

Andragogi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni Andra berarti orang dewasa dan agogos berarti memimpin. Perdefinisi andragogi kemudian dirumuskan sebagau “Suatu seni dan ilmu untuk membantu orang dewasa belajar”.

Kata andragogi pertama kali digunakan oleh Alexander Kapp pada tahun 1883 untuk menjelaskan dan merumuskan konsep-konsep dasar teori pendidikan Plato. Meskipun demikian, Kapp tetap membedakan antara pengertian “Social-pedagogy” yang menyiratkan arti pendidikan orang dewasa, dengan andragogi. Dalam rumusan Kapp, “Social-pedagogy” lebih merupakan proses pendidikan pemulihan (remedial) bagi orang dewasa yang cacat. Adapun andragogi, justru lebih merupakan proses pendidikan bagi seluruh orang dewasa, cacat atau tidak cacat secara berkelanjutan.

Andragogi dan Pedagogi

Malcolm Knowles menyatakan bahwa apa yang kita ketahui tentang belajar selama ini adalah merupakan kesimpulan dari berbagai kajian terhadap perilaku kanak-kanak dan binatang percobaan tertentu.
Pada umumnya memang, apa yang kita ketahui kemudian tentang mengajar juga merupakan hasil kesimpulan dari pengalaman mengajar terhadap anak-anak. Sebagian besar teori belajar-mengajar, didasarkan pada perumusan konsep pendidikan sebagai suatu proses pengalihan kebudayaan. Atas dasar teori-teori dan asumsi itulah kemudian tercetus istilah “pedagogi” yang akar-akarnya berasal dari bahasa Yunani, paid berarti kanak-kanak dan agogos berarti memimpin. Kemudian Pedagogi mengandung arti memimpin anak-anak atau perdefinisi diartikan secara khusus sebagai “suatu ilmu dan seni mengajar kanak-kanak”. Akhirnya pedagogi kemudian didefinisikan secara umum sebagai “ilmu dan seni mengajar”.

Untuk memahami perbedaan antara pengertian pedagogi dengan pengertian andragogi yang telah dikemukakan, harus dilihat terlebih dahulu empat perbedaan mendasar, yaitu :

Citra Diri

Citra diri seorang anak-anak adalah bahwa dirinya tergantung pada orang lain. Pada saat anak itu menjadi dewasa, ia menjadi kian sadar dan merasa bahwa ia dapat membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Perubahan dari citra ketergantungan kepada orang lain menjadi citra mandiri. Hal ini disebut sebagai pencapaian tingkat kematangan psikologis atau tahap masa dewasa. Dengan demikian, orang yang telah mencapai masa dewasa akan berkecil hati apabila diperlakukan sebagai anak-anak. Dalam masa dewasa ini, seseorang telah memiliki kemauan untuk mengarahkan diri sendiri untuk belajar. Dorongan hati untuk belajar terus berkembang dan seringkali justru berkembang sedemikian kuat untuk terus melanjutkan proses belajarnya tanpa batas. Implikasi dari keadaan tersebut adalah dalam hal hubungan antara guru dan murid. Pada proses andragogi, hubungan itu bersifat timbal balik dan saling membantu. Pada proses pedagogi, hubungan itu lebih ditentukan oleh guru dan bersifat mengarah.

Pengalaman

Orang dewasa dalam hidupnya mempunyai banyak pengalaman yang sangat beraneka. Pada anak-anak, pengalaman itu justru hal yang baru sama sekali.Anak-anak memang mengalami banyak hal, namun belum berlangsung sedemikian sering. Dalam pendekatan proses andragogi, pengalaman orang dewasa justru dianggap sebagai sumber belajar yang sangat kaya. Dalam pendekatan proses pedagogi, pengalaman itu justru dialihkan dari pihak guru ke pihak murid. Sebagian besar proses belajar dalam pendekatan pedagogi, karena itu, dilaksanakan dengan cara-cara komunikasi satu arah, seperti ; ceramah, penguasaan kemampuan membaca dan sebagainya. Pada proses andragogi, cara-cara yang ditempuh lebih bersifat diskusi kelompok, simulasi, permainan peran dan lain-lain. Dalam proses seperti itu, maka semua pengalaman peserta didik dapat didayagunakan sebagai sumber belajar.

Kesiapan Belajar

Perbedaan ketiga antara pedagogi dan andragogi adalah dalam hal pemilihan isi pelajaran. Dalam pendekatan pedagogi, gurulah yang memutuskan isi pelajaran dan bertanggung jawab terhadap proses pemilihannya, serta kapan waktu hal tersebut akan diajarkan. Dalam pendekatan andragogi, peserta didiklah yang memutuskan apa yang akan dipelajarinya berdasarkan kebutuhannya sendiri. Guru sebagai fasilitator.

Nirwana Waktu dan Arah Belajar

Pendidikan seringkali dipandang sebagai upaya mempersiapkan anak didik untuk masa depan. Dalam pendekatan andragogi, belajar dipandang sebagai suatu proses pemecahan masalah ketimbang sebagai proses pemberian mata pelajaran tertentu. Karena itu, andragogi merupakan suatu proses penemuan dan pemecahan masalah nyata pada masa kini. Arah pencapaiannya adalah penemuan suatu situasi yang lebih baik, suatu tujuan yang sengaja diciptakan, suatu pengalaman pribadi, suatu pengalaman kolektif atau suatu kemungkinan pengembangan berdasarkan kenyataan yang ada saat ini. Untuk menemukan “dimana kita sekarang” dan “kemana kita akan pergi”, itulah pusat kegiatan dalam proses andragogi. Maka belajar dalam pendekatan andragogi adalah berarti “memecahkan masalah hari ini”, sedangkan pada pendekatan pedagogi, belajar itu justru merupakan proses pengumpulan informasi yang sedang dipelajari yang akan digunakan suatu waktu kelak.

Langkah-langkah Pelaksanaan Andragogi

Langkah-langkah kegiatan dan pengorganisasian program pendidikan yang menggunakan asas-asas pendekatan andragogi, selalu melibatkan tujuh proses sebagai berikut :

  • Menciptakan iklim untuk belajar
  • Menyusun suatu bentuk perencanaan kegiatan secara bersama dan saling membantu
  • Menilai atau mengidentifikasikan minat, kebutuhan dan nilai-nilai
  • Merumuskan tujuan belajar
  • Merancang kegiatan belajar
  • Melaksanakan kegiatan belajar
  • Mengevaluasi hasil belajar (menilai kembali pemenuhan minat, kebutuhan dan pencapaian nilai-nilai

Andragogi dapat disimpulkan sebagai :

Cara untuk belajar secara langsung dari pengalaman

Suatu proses pendidikan kembali yang dapat mengurangi konflik-konflik sosial, melalui kegiatan-kegiatan antar pribadi dalam kelompok belajar itu

Suatu proses belajar yang diarahkan sendiri, dimana kira secara terus menerus dapat menilai kembali kebutuhan belajar yang timbul dari tuntutan situasi yang selalu berubah

Prinsip-prinsip Belajar untuk Orang Dewasa

  • Orang dewasa belajar dengan baik apabila dia secara penuh ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan
  • Orang dewasa belajar dengan baik apabila menyangkut mana yang menarik bagi dia dan ada kaitan dengan kehidupannya sehari-hari.
  • Orang dewasa belajar sebaik mungkin apabila apa yang ia pelajari bermanfaat dan praktis
  • Dorongan semangat dan pengulangan yang terus menerus akan membantu seseorang belajar lebih baik
  • Orang dewasa belajar sebaik mungkin apabila ia mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan secara penuh pengetahuannya, kemampuannya dan keterampilannya dalam waktu yang cukup
  • Proses belajar dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman lalu dan daya pikir dari warga belajar
  • Saling pengertian yang baik dan sesuai dengan ciri-ciri utama dari orang dewasa membantu pencapaian tujuan dalam belajar

Karakteristik Warga Belajar Dewasa

  • Orang dewasa mempunyai pengalaman-pengalaman yang berbeda-beda
  • Orang dewasa yang miskin mempunyai tendensi, merasa bahwa dia tidak dapat menentukan kehidupannya sendiri.
  • Orang dewasa lebih suka menerima saran-saran dari pada digurui
  • Orang dewasa lebih memberi perhatian pada hal-hal yang menarik bagi dia dan menjadi kebutuhannya
  • Orang dewasa lebih suka dihargai dari pada diberi hukuman atau disalahkan
  • Orang dewasa yang pernah mengalami putus sekolah, mempunyai kecendrungan untuk menilai lebih rendah kemampuan belajarnya
  • Apa yang biasa dilakukan orang dewasa, menunjukkan tahap pemahamannya
  • Orang dewasa secara sengaja mengulang hal yang sama
  • Orang dewasa suka diperlakukan dengan kesungguhan iktikad yang baik, adil dan masuk akal
  • Orang dewasa sudah belajar sejak kecil tentang cara mengatur hidupnya. Oleh karena itu ia lebih suka melakukan sendiri sebanyak mungkin
  • Orang dewasa menyenangi hal-hal yang praktis
  • Orang dewasa membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat akrab dan menjalon hubungan dekat dengan teman baru

Karakteristik Pengajar Orang Dewasa

  • Seorang pengajar orang dewasa haruslah memenuhi persyaratan berikut :
  • Menjadi anggota dari kelompok yang diajar
  • Mampu menciptakan iklim untuk belajar mengajar
  • Mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi, rasa pengabdian dan idealisme untuk kerjanya
  • Menirukan/mempelajari kemampuan orang lain
  • Menyadari kelemahannya, tingkat keterbukaannya, kekuatannya dan tahu bahwa di antara kekuatan yang dimiliki dapat menjadi kelemahan pada situasi tertentu.
  • Dapat melihat permasalahan dan menentukan pemecahannya
  • Peka dan mengerti perasaan orang lain, lewat pengamatan
  • Mengetahui bagaimana meyakinkan dan memperlakukan orang
  • Selalu optimis dan mempunyai iktikad baik terhadap orang
  • Menyadari bahwa “perannya bukan mengajar, tetapi menciptakan iklim untuk belajar”
  • Menyadari bahwa segala sesuatu mempunyai segi negatif dan positif

Artikel ini sudah pernah dimuat disalah satu web, ditampilkan kembali lewat web ini untuk menambah kekayaan pemahaman tentang outbound/experiental learning

www.outboundmalang.com

www.kasembon-rafting.com

www.outboundgames.com

www.outboundkita.com

Find The Ball

November 16, 2011 By: yudho Category: Games Outbound

Alat-alat yang harus dipersiapkan :

-          Bola kecil-kecil 100 buah

-          Tali

-          Spidol

Persiapan :

-          Kelompok terdiri dari 8-10  orang

-          Buatlah lingkaran dengan tali dengan diameter sekitar 1,5 meter

-          Tandai bola plastik kecil dengan angka 1-100

-          Siapkan arena 30×30 meter

-          Sebar bola plastik di arena

Cara permainan :

-          Seluruh anggota kelompok harus masuk ke dalam tali yang disediakan

-          Permainan ditentukan waktunya sekitar 10 menit

-          Instruksi dari instruktur outbound adalah : Masing-masing kelompok harus menemukan bola dengan nomor yang sudah ditentukan

-          Sebagian anggota kelompok ditutup matanya

-          Kelompok yang berhasil mengumpulkan bola dengan nomor yang sudah ditentukan adalah pemenangnya

-          Selamat mencoba

Point :

-          Kekompakan team

-          Empati terhadap sesama

-          Sigap menyelesaikan tugas

-          Mau membantu yang lain

-          Leadership

Outbound Training PT. Perusahaan Gas Negara, Tbk, penghargaan pegawai outsourcing terbaik

October 24, 2011 By: yudho Category: Uncategorized

Pada tanggal 22 oktober, executive adventure outbound Malang kedatangan tamu dari PT. Perusahaan Gas Negara. Outbound kali ini pesertanya adalah para karyawan outsourcing yang ada di PT. Perusahaan Gas Negara, diselenggarakan sebagai pengahargaan karyawan outsourcing terbaik 2011.

Outbound di ikuti 18 peserta. di mulai pukul 08.00 diakhiri pukul 16.30

Bertindak sebagai trainer adalah Bpk Slamet Eko Widodo, trainer outbound yang sudah malang melintang di dunianya dan sudah meluluskan puluhan ribu peserta outbound.

Alhamdulillah para pesertanya semuanya antusias, aktif dan komunikatif, sehingga kegiatan berjalan harmonis dan sesuai schedule.

Mau liat poto-poto kegiatannya? Silahkan klik disini

Perusahaan anda mau mengadakan kegiatan outbound?

jangan ragu-ragu untuk menghubungi kami di :

mobile : 081233342777

fleksi  : 0341-7027933

www.outboundmalang.com

The Opposite

June 21, 2011 By: yudho Category: Uncategorized

Pendahuluan dan Persiapan

Games ini dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan. Peserta dibagi dalam 3-4 kelompok yang terdiri dari 6-10 orang.

Instruksi dan petunjuk permainan

  • Setiap kelompok diminta membentuk barisan ke belakang seperti kereta, dengan tangan memegang bahu atau pinggang kawan yang ada di depannya.
  • Jika memungkinkan, minta mereka memeluk rekan yang ada didepannya masing-masing.
  • Kemudian kita beri aba-aba untuk mereka secara bersama-sama bergerak ke kiri atau ke kanan atau ke depan ke belakang sesuai instruksi,
  • Peserta harus bergerak dengan cara melompat bersama, tanpa boleh barisannya putus atau rusak.
  • Setelah beberapa kali mencoba ke arah yang sesuai dengan instruksi, maka kemudian mereka harus melakukan gerakan yang berlawanan dengan instruksi yang diberikan.

Larangan dan hukuman

  • Barisannya tidak boleh putus atau rusak.
  • Minta mereka untuk tidak bersuara (yang dapat dijadikan “alat bantu komando”) pada saat melakukan gerakan.
  • Bagi kelompok yang salah atau ada anggota kelompoknya salah melakukan pergerakan maka kelompok tersebut harus gugur

Target

  • Permainan terus dilanjutkan hingga didapat pemenang, yaitu yang tidak pernah melakukan kesalahan

Variasi

  • Untuk mendistorsi, kita dapat memberi instruksi dengan ditambahkan gerakan tangan atau kita melompat juga sambil memberi instruksi.
  • Games ini dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan.

Kunjungi kami di :

www.outboundmalang.com

www.outboundgames.com

www.kasembon-rafting.com

www.wisataoutboundanak.com