Outbound Malang

Executive Adventure Outbound Malang Telp : 0341-7027933 : 081233342777 : Pin bb : 763815D4 :outbound malang, outbound, outbound jawa timur, outbound di malang, outbound training malang, malang outbound, rafting malang, airsoftgun malang, paintball malang, outbound batu, rafting, kasembon rafting, kediri rafting, wisata malang, outbound anak-anak, paintball, paralayang batu, team building, peralatan outbound, perusahaan adventure, rafting batu, provider outbound, artikel outbound
Subscribe

Kecerdasan emosional

August 19, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Beberapa ciri-ciri yang menandai apakah seseorang memiliki kecerdasan emosional yang baik. Cirri-ciri tersebut antara lain adalah :

1. Mentalitas berkelimpahan (abundance mentality)

Sifat kepribadian ini dimiliki oleh orang yang suka membagi-bagi apa yang dimiliki kepada orang lain. Orang yang demikian selalu merasa bahwa dengan memberikan apa yang dimiliki kepada orang ain akan membuat dia merasa semakin kaya. Sifat ini adalah lawan dari mentalitas sifat pelit (scarcy mentality). Orang yang memiliki sifat pelit selalu ketakutan dan tidak akan mendapat sesuatu bila orang lain sudah mendapatkannya.

2. Pikiran positif kepada orang lain

Bila seseorang memiliki sifat ini, dia akan melihat orang lain sebagai bagian dari kebahagiaan hidupnya sendiri. Selain itu, dia selalu melihat sisi positif hal-hal yang dilakukan dan dipikirkan oleh orang lain. Covey (1990) menggunakan istilah “seek first to understand than to be understood” berusaha mengerti orang lain  lebih dahulu, baru meminta diri sendiri untuk dimengerti. Orang yang memiliki sifat kepribadian ini tidak akan segera menarik kesimpulan tentang tentang apa yang dikatakan orang lain sebelum dia mengerti apa yang dipikirkan orang lain.

3. Kemampuan berempati

Sifat ini dimiliki oleh orang yang bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Kepekaan perasaan yang dimilikinya membuat dia merasa mudah merasakan kegembiraan dan kesusahan orang lain. Orang yang tidak memiliki kemampuan berempati  biasanya  sangat sulit untuk berhubungan dengan orang lain. Perasaannya tumpul dalam memahami kebutuhan orang lain

4. Komunikasi transformasional

Sifat ini dimiliki oleh orang yang selalu memilih kata-kata yang enak didengar telinga dalam berbicara pada orang lain. Bila terjadi perbedaan pendapat antara dia dengan orang lain, dia tetap memilih kata-kata yang menyejukkan hati dan pikiran dalam menanggapi perbedaan tersebut.

5. Berorientasi sama-sama puas (win-win solution)

Sifat ini dimiliki oleh orang yang dalam interaksinya dengan orang lain selalu ingin membuat orang lain merasa gembira dan dia juga merasa gembira. Orang yang demikian memiliki rasa respek terhadap orang lain

6. Sifat melayani (serving attitude)

Orang yang memiliki sifat demikian ini sangat senang melihat orang lain senang dan sangat susah melihat orang lain susah. Sifat ini adalah lawan dari sifat egois yang hanya mementingkan diri sendiri atau golongannya sendiri. Orang yang memiliki sifat melayani kalau menjadi pemimpin dia bukan minta dilayani, tetapi melayani kepentingan orang yang dipimpinnya.

7. Kebiasaan apresiatif.

Orang yang memilki sifat ini suka memberikan apresiasi pada apa yang dilakukan oleh orang lain. Apresiasi yang diberikan pada orang lain membuat orang lain merasa dihargai.

Executive adventure outbound Malang sebagai provider outbound training terkemuka di Indonesia berusaha membantu anda dan perusahaan anda untuk mengembangan kecerdasan emosinal.

Hotline : 081233342777

www.outboundmalang.com

Apa sih manfaat outbound training

May 04, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Dalam  5-7 tahun terakhir, outbound training menjadi salah satu primadona training di Indonesia. Banyak sekali manajemen perusahaan yang melirik dan menginvestasikan training karyawannya melalui outbound training atau kegiatan manajemen outbound training. Metode experential learning dalam bentuk outbound training yang satu ini mampu menghadirkan nuansa baru dengan kemasan berbeda dibanding training konvensional selama ini, hanya di dalam kelas, formal dan membosankan (kadang-kadang bikin ngantuk)

Bermain tapi bukan main-main. Fun tapi full learning point. Inilah unsur lebih management outbound training yang ditawarkan. Belajar melalui proses mengalami sendiri (outbound training), berinteraksi secara intens sambil belajar dengan rekan sehari-hari dalam pekerjaan melalui simulasi game outbound yang dilakukan di alam terbuka, adalah pengalaman penuh makna.

Dalam tulisan kali ini, saya tidak akan menyoroti outbound training dari konsep dan konten secara mendetail. Namun lebih pada pandangan klien selama ini dan peta kebutuhan terhadap outbound training. Paling tidak, sejauh pengamatan dan pengalaman saya berinteraksi dengan para klien pengguna jasa outbound training ini, klien terbelah menjadi dua kubu. Pada dua kutub yang berbeda.

Kubu yang pertama melihat bahwa result outbound training tidak jelas. Ciri ungkapan maupun pertanyaan yang sering terlontar adalah apa manfaatnya outbound training? Sejauh mana efektifitasnya? Kok paling banter perubahan yang terjadi paling lama bertahan 1 bulan saja, bahkan hanya 2-3 minggu? Padahal investasi yang telah dikeluarkan tidaklah kecil, mengingat outbound training ini biasanya diikuti oleh peserta yang relatif besar jumlahnya.

Sementara kubu yang lain melihat bahwa outbound training adalah sesuatu bentuk pembelajaran yang menarik dan positif. Outbound training atau manajemen outbound training training bagi mereka mampu menawarkan solusi untuk mengurai akar dari kekusutan ’benang kerjasama tim’yang mulai koyak bahkan hampir putus. Sekali putus, berabe sekali efeknya,karena melibatkan banyak pihak yang saling mengait di dalamnya. Tak ayal klien tetap saja selalu mencari atau membutuhkan outbound training ini. Apalagi dimasa akhir tahun, outbound training sangat dicari meski kadang bermertamofosis menjadi outing (salah satu agenda penting dalam employee gathering maupun raker).

Executive adventure, outbound malang sebagai salah satu provider outbound yang ada di indonesia, selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kemajuan dan perkembangan perusahaan anda.

jangan ragu untuk menghubungi kami.

SUKSES SELALU

Di edit dari situs olah raga.blog.

Syarat-syarat menjadi instruktur/fasilitator outbound training

April 26, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Suksesnya suatu kegiatan outbound training manajemen sangat tergantung pada kemampuan instruktur didalam membawa acara pelatihan. Semua proses belajar yang terjadi di dalam keseluruhan kegiatan harus berjalan secara lancar dan menyenangkan (Fun). Peranan fasilitator dan instruktur sangat penting. Oleh karena  itu instruktur outbound harus dapat menempatkan dirinya secara professional. Seorang fasilitator dan instruktur outbound  yang professional setidaknya harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Memiliki kompeten dalam bidang ilmu manajemen, ilmu psikologi dan dinamika kelompok.

Tanpa memiliki kompetensi yang memadai seringkali kegiatan outbound hanya menjadi penderitaan fisik karena tidak jelas hubungan antara aktivitas fisik dengan ilmu manajemen dan perilaku yang harus dimiliki dalam kegiatan bisnis dalam era perubahan yang sangat cepat.

2. Memahami rancangan permainan untuk mengungkap prilaku manajemen

Kegiatan dalam outbound training manajemen baru akan bermakna bagi pembentukan perilaku yang menunjang sukses bisnis bila kegiatan dirancang untuk mensimulasi perilaku organisasi yang sebenarnya. Oleh karena itu, seorang fasilitator harus terlibat dalam perancangan kegiatan pelatihan outbound training. Dia harus mengetahui permainan outbound apa yang akan dimainkan, dan apa makna manajemen dari permainan tersebut.

3. Memiliki kemampuan observasi dan kemampuan komunikasi yang baik

Observasi adalah bagian penting dari kegiatan outbound training. Kemampuan mengamati perilaku yang produktif dan prilaku yang tidak produktif mutlak harus dimiliki seorang fasilitator outbound training. Selain itu, dia juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang jelas dan memproses perilaku yang muncul tanpa membuat peserta outbound  yang memunculkan prilaku tersebut tersinggung.

4. Menarik dan berwibawa (pendidikan yang memadai, kepribadian yang menarik dan memiliki sense of humor yang baik)

Suasana pelatihan outbound training hendaknya harus penuh rasa gembira. Belajar dalam hati yang gembira akan sangat membantu efektifitas belajar. Oleh karena itu seorang fasilitator outbound harus mampu membuat suasana yang hangat dan gembira dengan humor-humor yang sehat tanpa menyinggung perasaan peserta outbound.

5. Menguasai masalah teknis pelatihan termasuk masalah safety

Pelatihan di alam terbuka sangat terkait dengan kemungkinan untuk terkena cedera. Oleh karena itu kemampuan teknis dibidang keselamatan permainan sangat penting dimiliki, walaupun di dalam outbound traning ada tim medis, keselamatan pelatihan berada di tangan fasilitator/instruktur outbound training.

Fasilitator dan instruktur di dalam team executive adventure outbound malang adalah orang yang berpengalaman dan mumpuni dibidangnya. Sudah bertahun-tahun menyelenggaran kegiatan outbound dengan ratusan client yang berbeda diberbagai kota di indonesia. Sebagai sebuah provider outbound traning, kami selalu menjaga mutu dan kualitas pelatihan, sehingga tujuan dan sasaran yang diinginkan client bisa tercapai

segera hubungi kami di 081233342777 atau 0341-7027933. atau email via marketing@outboundmalang.com

ALASAN MENGAPA PERUSAHAAN PERLU OUTBOUND TRAINING

April 22, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Pelatihan di alam terbuka akhir-akhir ini semakin populer di kalangan praktisi pelatihan SDM. Banyak perusahaan besar, maupun perusahaan kecil memanfaatkan metode outbound management training di dalam pengembangan SDM. Apa sebab metode ini sangat populuer? Jawabannya tak lain karena metode outbound sangat efektif dalam membangun pemahaman terhadap suatu konsep dan membangun prilaku.

Berikut beberapa alasan kenapa metode Outbound training dipakai. Diantaranya sebagai berikut:

1. Metode ini adalah sebuah simulasi kehidupan yang kompleks menjadi sederhana

Manusia pada dasarnya dapat memahami kehidupan ini dari alam semesta. Alam semesta adalah sumber kearifan, dan tempat belajar bagi semua orang. Itulah sebabnya Tuhan diberbagai kitab suci menyuruh manusia untuk membaca makna yang ada di dalam alam semesta. Bagaimana burung terbang bersama, dan bagaimana lebah dan semut berbagi tugas telah menjadikan banyak inspirasi bagi pakar managemen.

Kehidupan dalam organisasi perusahaan yang sangat kompleks sebenarnya dapat disimulasikan kedalam suatu bentuk kegiatan yang sederhana. Permainan outbound training adalah cara untuk menggambarkan kehidupan yang kompleks dengan cara sederhana melalui penggunaan sebuah metafora. Permainan yang ditampilkan dalam outbound training adalah metafora dalam kehidupan kompleks tersebut.

2. Metode ini menggunakan pendekatan metode belajar melalui pengalaman (experiental learning)

Outbound training menggunakan cara yang memberikan sebuah pengalam langsung kepada peserta pelatihan. Suatu kehidupan organinasi disimulasikan dalam sebuah kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh peserta program pelatihan outbound. Peserta langsung merasakan sukses dan gagal dalam sebuah kegiatan outbound training. Kalau sukses, peserta akan tahu, prilaku apa yang membuat mereka sukses. Kalau gagal, mereka juga akan segera tahu, prilaku mana yang menyebabkan kegagalan tersebut. Pendekatan outbound traning memudahkan pemahaman tentang konsep manajemen

3. Metode ini penuh kegembiraan karena dilakukan dengan permainan.

Kegiatan pelatihan outbound training banyak sekali menggunakan aktifitas yang mirip permainan yang biasa dilakukan anak-anak. Permainan biasanya disukai hampir setiap orang, sehingga sangat menyenangkan dan semua peserta pelatihan bisa lepas dalam kegiatan outbound. Dari pengalaman di dalam menyelenggarakan outbound, dijumpai keterangsangan emosi dan kegembiraan pada diri peserta pelatihan outbound training.

Nah, apakah anda sudah siap melakukan kegiatan outbound training bersama kami, sebuah provider outbound training di malang. Silahkan hubungi kami. Kami akan siap melayani anda 24 jam

MANFAAT PELATIHAN ALAM TERBUKA

April 05, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Ide pendidikan di alam terbuka dengan metode “belajar dari pengalaman” (experiental learning) sebenarnya sudah dikenal sejak zaman dulu. Filsuf Yunani, Aristoteles, pernah mengatakan pentingnya belajar dari pengalaman. Ia memberi petuah manjur, “Apa yang harus kita pelajari, kita pelajari sambil melakukannya.(What we have to learn to do, we learn bydoing)” Wien Soehardjo, salah seorang pehobi petualangan di alam terbuka menjelaskan bahwa ahli psikologi pendidikan Harvard, Howard Gardner telah mengidentifikasi perbedaan antara pendidikan sekolah dan pendidikan di luar ruang (outdoor education). Yang pertama tadi biasanya disebut scholastic knowledge. Pendidikan model ini sudah dibatasi secara ketat oleh “setting” sekolahan. “Setting ini cenderung teoretis,” tegas Wien.
Di sisi lain, belajar di luar ruang lebih mengedepankan metode connected knowing (menghubungkan antara pengetahuan dengan dunia nyata). Di sini, pendidikan dianggap sebagai bagian integral dari sebuah kehidupan.

Wien yang juga instruktur belajar dari pengalaman mengatakan bahwa konsep belajar di luar ruang sama sekali berbeda dengan proses belajar-mengajar di dalam kelas. Belajar di alam memakai seluruh lingkungan peserta belajar sebagai sumber pengetahuan, dalam konteks belajar. Artinya, interaksi dalam proses belajar-mengajar pada pendidikan alam terbuka mempertemukan ide-ide atau gagasan dari setiap individu sebagai salah satu sumber belajar.
“Jangan lupa, penekanan outdoor education lebih dari sekadar belajar tentang alam, walaupun belajar tentang alam lingkungan merupakan aspek penting dalam tradisi pendidikan di alam terbuka,” pesan Wien.

Berdasar catatan, salah seorang pioneer dalam pendekatan proses belajar di alam terbuka adalah John Dewey (1938). Ia sudah memprediksikan bahwa di masa depan, sekolah merupakan sebuah miniatur masyarakat demokratis. Belajar dari pengalaman menjadi sebuah komponen penting dalam pendidikan.

Setelah Dewey, ada Kurt Hann (1941). Hann mendapat tawaran kerjaan dari Lawrence Holt -pengusaha kapal dagang. Holt punya masalah: kinerja antar-awak kapalnya rendah sekali, terutama soal kerja sama tim ini sangat kurang. Akhirnya, Kurt Hann menerima tawaran itu. Untuk mengatasi persoalan tadi, ia mengadaptasi konsep, outward bound.

Dalam konsep ini, Hahn mengembangkan sebuah program pelatihan fisik bagi para awak kapal sebagai medium mereka untuk belajar mematangkan diri dan mengenal lebih dalam tentang potensi diri mereka masing-masing. Konsep pelatihan tantangan Hahn pada intinya didasarkan atas perpaduan empat unsur, yakni: tempat, isi program, simulator, dan kegiatan berbasis petualangan. Metode pelatihan dengan memanfaatkan tantangan di alam terbuka oleh Hahn tersebut kemudian dikenal dengan outward bound dan kemudian menjalar ke berbagai penjuru dunia. Metode pelatihan tantangan di alam terbuka Hahn ditujukan sebagai katalis, sebagai medium perubahan dan membantu setiap peserta untuk lebih dapat menemukan pengenalan diri sendiri dan memahami orang lain. Akhirnya, seperti kita tahu, konsep pendidikan ini kemudian berkembang sejak tahun 1970-an di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia outward bound masuk lewat orang-orang yang punya kecintaan pada petualangan di alam bebas. Alat-alat yang dibutuhkan mengharuskan penyelenggara untuk memiliki latar belakang kemampuan teknis. Paling kentara adalah untuk mengeset alat.

Lagipula kalau kita lihat pada materi salah satu pendekatan belajar di luar ruang, adventure education (pendidikan petualangan), mengharuskan pihak operator mengadakan pembelajaran di alam terbuka. Malahan tak jarang mengambil tempat di daerah yang sulit, misalnya di hutan atau di gunung.

Di dalamnya, ada permainan macam navigasi darat dengan memakai peta-kompas atau rope salah courses (permaianan dengan memakai tali-tali), yang mana permainan ini sudah menjadi “makanan” para pehobi petualangan alam bebas di sini. Ternyata, konsep outward bound itu amat disukai di sini. Supaya gampang menyebut orang kita pun latah untuk mengucapkan outbond