Outbound Malang

Executive Adventure Outbound Malang Telp : 0341-7027933 : 081233342777 : Pin bb : 763815D4 :outbound malang, outbound, outbound jawa timur, outbound di malang, outbound training malang, malang outbound, rafting malang, airsoftgun malang, paintball malang, outbound batu, rafting, kasembon rafting, kediri rafting, wisata malang, outbound anak-anak, paintball, paralayang batu, team building, peralatan outbound, perusahaan adventure, rafting batu, provider outbound, artikel outbound
Subscribe

Sedikit-sedikit Lama-Lama Jadi Bukit

April 17, 2013 By: yudho Category: Uncategorized

Pepatah ini sederhana saja,”sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit”. Kita bisa memakanainya, bahwa bila kita mengumpulkan sen demi sen, pada saatnya kita akan mendapatkan sepundi. Namun sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara tentang hidup hemat atau ketekunan menabung.

Pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekantung keping uang, yaitu bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka yang kita dapati adalah kebesaran jiwa kita.

Bagaimana tindakan-tindakan kecil kita itu mencerminkan jiwa sang pemiliknya?Yaitu bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya. Ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja. Namun dalam liputan kasih sayang ia jauh lebih tinggi daripada bukit tabungan anda.

Maka dari itu sebuah sifat memang harus diawali dari yang kecil dahulu,sedikit-sedikit hingga kemudian terakumulasi menjadi sebuah karakter yang kuat. Semua hal tidak selalu instan ada proses di dalamnya,dengan memaknai proses lebih dalam akan menghasilkan kekuatan yang lebih dahsyat. Seperti pepatah di atas, “sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit”

Maknai Ulang arti Karir

January 01, 2012 By: yudho Category: artikel motivasi

Jika mendengar kata perempuan karir, banyak dari orang akan membayangkan perempuan dengan pakaian rapi formal, bekerja di sebuah instansi atau perusahaan, dan menerima gaji pada akhir bulan. Namun benarkah anggapan demikian?

Karir merupakan totalitas kehidupan profesional seseorang. Dalam literatur lain, karir berarti rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang waktu kehidupan seseorang dan rangkaian aktivitas kerja yang terus bekelanjutan. Kesimpulannya, sebagian besar hidup seseorang tersebut digunakan untuk fokus meraih tujuan dalam kehidupan profesionalnya.

Karir tidak bisa disamakan dengan pekerjaan. Pekerjaan merupakan aktivitas utama yang dilakukan. Seseorang yang bekerja belum tentu berada dalam jalur karirnya. Selama tidak ada gairah dan tidak ada tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan profesionalnya, seseorang belum bisa dikatakan berkarir.

Yang perlu dipahami adalah, karir selalu berkaitan dengan tujuan dan gairah. Sehingga selama perjalanan karirnya, akan ada peningkatan-peningkatan kualitas dan nilai yang dialami.

Berarti, Karir seseorang dapat dijalani di berbagai jalur, tidak hanya ketika bekerja dalam sebuah instansi atau organisasi. Seseorang yang mandiri berkerya atau wirausaha juga bisa disebut berkarir.

Maka, pikirkan kembali keadaan Anda saat ini. Sudahkah Anda memiliki tujuan yang hendak dicapai lewat serangkaian proses dalam perjalanan hidupa Anda? Apakah ada gairah luar biasa yang menguatkan dalam meraih tujuan selama Anda hidup? Jangan biarkan tenaga sebagian besar hidup Anda terpakai untuk sesuatu yang tidak memiliki tujuan.

organized by :

www.outboundmalang.com

www.kasembon-rafting.com

www.outboundgames.com

www.outboundkita.com

Materi Pelatih outbound

December 21, 2011 By: yudho Category: tentang outbound

Profesi sebagai pelatih sangat berbeda dengan pendidik pada umumnya. Pelatih diharuskan memiliki seperangkat pengetahuan dasar. Hal ini dimungkinkan karena proses pelatihan relatif lebih singkat dari pendidikan, targetnya pun lebih berorientasi psikomotorik. Website ini menyajikan berbagai hal berkenaan dengan pengetahuan dasar sebagai pelatih, di antara pengetahuan dasar tersebut adalah :

ANDRAGOGI (Sebuah Konsep Teoritik)

Pengertian

Andragogi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni Andra berarti orang dewasa dan agogos berarti memimpin. Perdefinisi andragogi kemudian dirumuskan sebagau “Suatu seni dan ilmu untuk membantu orang dewasa belajar”.

Kata andragogi pertama kali digunakan oleh Alexander Kapp pada tahun 1883 untuk menjelaskan dan merumuskan konsep-konsep dasar teori pendidikan Plato. Meskipun demikian, Kapp tetap membedakan antara pengertian “Social-pedagogy” yang menyiratkan arti pendidikan orang dewasa, dengan andragogi. Dalam rumusan Kapp, “Social-pedagogy” lebih merupakan proses pendidikan pemulihan (remedial) bagi orang dewasa yang cacat. Adapun andragogi, justru lebih merupakan proses pendidikan bagi seluruh orang dewasa, cacat atau tidak cacat secara berkelanjutan.

Andragogi dan Pedagogi

Malcolm Knowles menyatakan bahwa apa yang kita ketahui tentang belajar selama ini adalah merupakan kesimpulan dari berbagai kajian terhadap perilaku kanak-kanak dan binatang percobaan tertentu.
Pada umumnya memang, apa yang kita ketahui kemudian tentang mengajar juga merupakan hasil kesimpulan dari pengalaman mengajar terhadap anak-anak. Sebagian besar teori belajar-mengajar, didasarkan pada perumusan konsep pendidikan sebagai suatu proses pengalihan kebudayaan. Atas dasar teori-teori dan asumsi itulah kemudian tercetus istilah “pedagogi” yang akar-akarnya berasal dari bahasa Yunani, paid berarti kanak-kanak dan agogos berarti memimpin. Kemudian Pedagogi mengandung arti memimpin anak-anak atau perdefinisi diartikan secara khusus sebagai “suatu ilmu dan seni mengajar kanak-kanak”. Akhirnya pedagogi kemudian didefinisikan secara umum sebagai “ilmu dan seni mengajar”.

Untuk memahami perbedaan antara pengertian pedagogi dengan pengertian andragogi yang telah dikemukakan, harus dilihat terlebih dahulu empat perbedaan mendasar, yaitu :

Citra Diri

Citra diri seorang anak-anak adalah bahwa dirinya tergantung pada orang lain. Pada saat anak itu menjadi dewasa, ia menjadi kian sadar dan merasa bahwa ia dapat membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Perubahan dari citra ketergantungan kepada orang lain menjadi citra mandiri. Hal ini disebut sebagai pencapaian tingkat kematangan psikologis atau tahap masa dewasa. Dengan demikian, orang yang telah mencapai masa dewasa akan berkecil hati apabila diperlakukan sebagai anak-anak. Dalam masa dewasa ini, seseorang telah memiliki kemauan untuk mengarahkan diri sendiri untuk belajar. Dorongan hati untuk belajar terus berkembang dan seringkali justru berkembang sedemikian kuat untuk terus melanjutkan proses belajarnya tanpa batas. Implikasi dari keadaan tersebut adalah dalam hal hubungan antara guru dan murid. Pada proses andragogi, hubungan itu bersifat timbal balik dan saling membantu. Pada proses pedagogi, hubungan itu lebih ditentukan oleh guru dan bersifat mengarah.

Pengalaman

Orang dewasa dalam hidupnya mempunyai banyak pengalaman yang sangat beraneka. Pada anak-anak, pengalaman itu justru hal yang baru sama sekali.Anak-anak memang mengalami banyak hal, namun belum berlangsung sedemikian sering. Dalam pendekatan proses andragogi, pengalaman orang dewasa justru dianggap sebagai sumber belajar yang sangat kaya. Dalam pendekatan proses pedagogi, pengalaman itu justru dialihkan dari pihak guru ke pihak murid. Sebagian besar proses belajar dalam pendekatan pedagogi, karena itu, dilaksanakan dengan cara-cara komunikasi satu arah, seperti ; ceramah, penguasaan kemampuan membaca dan sebagainya. Pada proses andragogi, cara-cara yang ditempuh lebih bersifat diskusi kelompok, simulasi, permainan peran dan lain-lain. Dalam proses seperti itu, maka semua pengalaman peserta didik dapat didayagunakan sebagai sumber belajar.

Kesiapan Belajar

Perbedaan ketiga antara pedagogi dan andragogi adalah dalam hal pemilihan isi pelajaran. Dalam pendekatan pedagogi, gurulah yang memutuskan isi pelajaran dan bertanggung jawab terhadap proses pemilihannya, serta kapan waktu hal tersebut akan diajarkan. Dalam pendekatan andragogi, peserta didiklah yang memutuskan apa yang akan dipelajarinya berdasarkan kebutuhannya sendiri. Guru sebagai fasilitator.

Nirwana Waktu dan Arah Belajar

Pendidikan seringkali dipandang sebagai upaya mempersiapkan anak didik untuk masa depan. Dalam pendekatan andragogi, belajar dipandang sebagai suatu proses pemecahan masalah ketimbang sebagai proses pemberian mata pelajaran tertentu. Karena itu, andragogi merupakan suatu proses penemuan dan pemecahan masalah nyata pada masa kini. Arah pencapaiannya adalah penemuan suatu situasi yang lebih baik, suatu tujuan yang sengaja diciptakan, suatu pengalaman pribadi, suatu pengalaman kolektif atau suatu kemungkinan pengembangan berdasarkan kenyataan yang ada saat ini. Untuk menemukan “dimana kita sekarang” dan “kemana kita akan pergi”, itulah pusat kegiatan dalam proses andragogi. Maka belajar dalam pendekatan andragogi adalah berarti “memecahkan masalah hari ini”, sedangkan pada pendekatan pedagogi, belajar itu justru merupakan proses pengumpulan informasi yang sedang dipelajari yang akan digunakan suatu waktu kelak.

Langkah-langkah Pelaksanaan Andragogi

Langkah-langkah kegiatan dan pengorganisasian program pendidikan yang menggunakan asas-asas pendekatan andragogi, selalu melibatkan tujuh proses sebagai berikut :

  • Menciptakan iklim untuk belajar
  • Menyusun suatu bentuk perencanaan kegiatan secara bersama dan saling membantu
  • Menilai atau mengidentifikasikan minat, kebutuhan dan nilai-nilai
  • Merumuskan tujuan belajar
  • Merancang kegiatan belajar
  • Melaksanakan kegiatan belajar
  • Mengevaluasi hasil belajar (menilai kembali pemenuhan minat, kebutuhan dan pencapaian nilai-nilai

Andragogi dapat disimpulkan sebagai :

Cara untuk belajar secara langsung dari pengalaman

Suatu proses pendidikan kembali yang dapat mengurangi konflik-konflik sosial, melalui kegiatan-kegiatan antar pribadi dalam kelompok belajar itu

Suatu proses belajar yang diarahkan sendiri, dimana kira secara terus menerus dapat menilai kembali kebutuhan belajar yang timbul dari tuntutan situasi yang selalu berubah

Prinsip-prinsip Belajar untuk Orang Dewasa

  • Orang dewasa belajar dengan baik apabila dia secara penuh ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan
  • Orang dewasa belajar dengan baik apabila menyangkut mana yang menarik bagi dia dan ada kaitan dengan kehidupannya sehari-hari.
  • Orang dewasa belajar sebaik mungkin apabila apa yang ia pelajari bermanfaat dan praktis
  • Dorongan semangat dan pengulangan yang terus menerus akan membantu seseorang belajar lebih baik
  • Orang dewasa belajar sebaik mungkin apabila ia mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan secara penuh pengetahuannya, kemampuannya dan keterampilannya dalam waktu yang cukup
  • Proses belajar dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman lalu dan daya pikir dari warga belajar
  • Saling pengertian yang baik dan sesuai dengan ciri-ciri utama dari orang dewasa membantu pencapaian tujuan dalam belajar

Karakteristik Warga Belajar Dewasa

  • Orang dewasa mempunyai pengalaman-pengalaman yang berbeda-beda
  • Orang dewasa yang miskin mempunyai tendensi, merasa bahwa dia tidak dapat menentukan kehidupannya sendiri.
  • Orang dewasa lebih suka menerima saran-saran dari pada digurui
  • Orang dewasa lebih memberi perhatian pada hal-hal yang menarik bagi dia dan menjadi kebutuhannya
  • Orang dewasa lebih suka dihargai dari pada diberi hukuman atau disalahkan
  • Orang dewasa yang pernah mengalami putus sekolah, mempunyai kecendrungan untuk menilai lebih rendah kemampuan belajarnya
  • Apa yang biasa dilakukan orang dewasa, menunjukkan tahap pemahamannya
  • Orang dewasa secara sengaja mengulang hal yang sama
  • Orang dewasa suka diperlakukan dengan kesungguhan iktikad yang baik, adil dan masuk akal
  • Orang dewasa sudah belajar sejak kecil tentang cara mengatur hidupnya. Oleh karena itu ia lebih suka melakukan sendiri sebanyak mungkin
  • Orang dewasa menyenangi hal-hal yang praktis
  • Orang dewasa membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat akrab dan menjalon hubungan dekat dengan teman baru

Karakteristik Pengajar Orang Dewasa

  • Seorang pengajar orang dewasa haruslah memenuhi persyaratan berikut :
  • Menjadi anggota dari kelompok yang diajar
  • Mampu menciptakan iklim untuk belajar mengajar
  • Mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi, rasa pengabdian dan idealisme untuk kerjanya
  • Menirukan/mempelajari kemampuan orang lain
  • Menyadari kelemahannya, tingkat keterbukaannya, kekuatannya dan tahu bahwa di antara kekuatan yang dimiliki dapat menjadi kelemahan pada situasi tertentu.
  • Dapat melihat permasalahan dan menentukan pemecahannya
  • Peka dan mengerti perasaan orang lain, lewat pengamatan
  • Mengetahui bagaimana meyakinkan dan memperlakukan orang
  • Selalu optimis dan mempunyai iktikad baik terhadap orang
  • Menyadari bahwa “perannya bukan mengajar, tetapi menciptakan iklim untuk belajar”
  • Menyadari bahwa segala sesuatu mempunyai segi negatif dan positif

Artikel ini sudah pernah dimuat disalah satu web, ditampilkan kembali lewat web ini untuk menambah kekayaan pemahaman tentang outbound/experiental learning

www.outboundmalang.com

www.kasembon-rafting.com

www.outboundgames.com

www.outboundkita.com

Outbound Training PT. Perusahaan Gas Negara, Tbk, penghargaan pegawai outsourcing terbaik

October 24, 2011 By: yudho Category: Uncategorized

Pada tanggal 22 oktober, executive adventure outbound Malang kedatangan tamu dari PT. Perusahaan Gas Negara. Outbound kali ini pesertanya adalah para karyawan outsourcing yang ada di PT. Perusahaan Gas Negara, diselenggarakan sebagai pengahargaan karyawan outsourcing terbaik 2011.

Outbound di ikuti 18 peserta. di mulai pukul 08.00 diakhiri pukul 16.30

Bertindak sebagai trainer adalah Bpk Slamet Eko Widodo, trainer outbound yang sudah malang melintang di dunianya dan sudah meluluskan puluhan ribu peserta outbound.

Alhamdulillah para pesertanya semuanya antusias, aktif dan komunikatif, sehingga kegiatan berjalan harmonis dan sesuai schedule.

Mau liat poto-poto kegiatannya? Silahkan klik disini

Perusahaan anda mau mengadakan kegiatan outbound?

jangan ragu-ragu untuk menghubungi kami di :

mobile : 081233342777

fleksi  : 0341-7027933

www.outboundmalang.com

Tujuan Membangun Tim (team building)

December 02, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Tim dibangun dengan tujuan untuk membantu kelompok fungsional menjadi lebih efektif. Karena rasa individualisme dan persaingan atar pribadi relatif tajam dalam organisasi, maka tidak semua kelompok kerja dapat dikategorikan ke dalam suatu tim. Lima atau enam orang yang sedang menyelesaikan suatu proyek belum menjamin bahwa mereka bisa bekerjasama dalam mencapai tujuan. Secara spesifik, membangun sebuah tim artinya harus mengembangkan semangat, saling percaya, kedekatan, komunikasi, dan produktivitas.

  • Semangat : Muncul karena masing-masing anggota percaya bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas. Makin tinggi tingkat kepercayaan mereka atas kemampuannya, makin besar pula motivasi mereka untuk menyelesaikan tugas dengan baik
  • Saling percaya : Rasa saling percaya antar sesama anggota merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap anggota tim, agar tim mampu bekerja secara efektif.
  • Kedekatan : Kedekatan antar anggota merupakan perasaan yang mampu menyatukan anggota secara sukarela. Suatu kelompok yang kohesif adalah kelompok yang dimiliki oleh setiap anggotanya. Mereka mempunyai tingkat loyalitas yang tinggi terhadap kelompoknya. Umumnya kelompok yang kohesif akan lebih produktif.
  • Komunikasi : Agar tim bisa berfungsi dengan baik, semua anggota harus mempunyai kemampuan untuk mengembangkan hubungan antar pribadi secara baik, bicara secara terbuka satu sama lain, memecahkan konflik yang ada, dan secara bersama menghadapi masalah. “Poor communication means no team”
  • Produktivitas : Tim seyogianya dapat menyelesaikan tugas yang tidak mungkin dilaksanakan perorangan. Melalui saling berbagi sumber daya, ketrampilan, pengetahuan, kepemimpinan, maka tim berpotensi sangat lebih efektif daripada perorangan.

Syarat-syarat menjadi instruktur/fasilitator outbound training

April 26, 2010 By: yudho Category: Uncategorized

Suksesnya suatu kegiatan outbound training manajemen sangat tergantung pada kemampuan instruktur didalam membawa acara pelatihan. Semua proses belajar yang terjadi di dalam keseluruhan kegiatan harus berjalan secara lancar dan menyenangkan (Fun). Peranan fasilitator dan instruktur sangat penting. Oleh karena  itu instruktur outbound harus dapat menempatkan dirinya secara professional. Seorang fasilitator dan instruktur outbound  yang professional setidaknya harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Memiliki kompeten dalam bidang ilmu manajemen, ilmu psikologi dan dinamika kelompok.

Tanpa memiliki kompetensi yang memadai seringkali kegiatan outbound hanya menjadi penderitaan fisik karena tidak jelas hubungan antara aktivitas fisik dengan ilmu manajemen dan perilaku yang harus dimiliki dalam kegiatan bisnis dalam era perubahan yang sangat cepat.

2. Memahami rancangan permainan untuk mengungkap prilaku manajemen

Kegiatan dalam outbound training manajemen baru akan bermakna bagi pembentukan perilaku yang menunjang sukses bisnis bila kegiatan dirancang untuk mensimulasi perilaku organisasi yang sebenarnya. Oleh karena itu, seorang fasilitator harus terlibat dalam perancangan kegiatan pelatihan outbound training. Dia harus mengetahui permainan outbound apa yang akan dimainkan, dan apa makna manajemen dari permainan tersebut.

3. Memiliki kemampuan observasi dan kemampuan komunikasi yang baik

Observasi adalah bagian penting dari kegiatan outbound training. Kemampuan mengamati perilaku yang produktif dan prilaku yang tidak produktif mutlak harus dimiliki seorang fasilitator outbound training. Selain itu, dia juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang jelas dan memproses perilaku yang muncul tanpa membuat peserta outbound  yang memunculkan prilaku tersebut tersinggung.

4. Menarik dan berwibawa (pendidikan yang memadai, kepribadian yang menarik dan memiliki sense of humor yang baik)

Suasana pelatihan outbound training hendaknya harus penuh rasa gembira. Belajar dalam hati yang gembira akan sangat membantu efektifitas belajar. Oleh karena itu seorang fasilitator outbound harus mampu membuat suasana yang hangat dan gembira dengan humor-humor yang sehat tanpa menyinggung perasaan peserta outbound.

5. Menguasai masalah teknis pelatihan termasuk masalah safety

Pelatihan di alam terbuka sangat terkait dengan kemungkinan untuk terkena cedera. Oleh karena itu kemampuan teknis dibidang keselamatan permainan sangat penting dimiliki, walaupun di dalam outbound traning ada tim medis, keselamatan pelatihan berada di tangan fasilitator/instruktur outbound training.

Fasilitator dan instruktur di dalam team executive adventure outbound malang adalah orang yang berpengalaman dan mumpuni dibidangnya. Sudah bertahun-tahun menyelenggaran kegiatan outbound dengan ratusan client yang berbeda diberbagai kota di indonesia. Sebagai sebuah provider outbound traning, kami selalu menjaga mutu dan kualitas pelatihan, sehingga tujuan dan sasaran yang diinginkan client bisa tercapai

segera hubungi kami di 081233342777 atau 0341-7027933. atau email via marketing@outboundmalang.com